Pilkada 2020, Target Gerindra Minimal Lima Kemenangan

H. Ridwan Hidayat. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Partai Gerindra Provinsi NTB menetapkan target minimal lima kemenangan dari tujuh kabupaten/kota di NTB yang melaksanakan Pilkada serentak tahun 2020 ini. Target pesimis kemenangan lima daerah tersebut diakui Gerindra karena kansnya cukup besar. Pasalnya sampai saat ini, elektabilitas lima pasangan calon yang diusung Gerindra dari tujuh pasangan calon masih tertinggi.

“Target ideal memang semuanya bisa kita menangkan, tapi minimalnya lima daerah bisa menang,” ucap Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat yang dikonfirmasi, Selasa, 13 Oktober 2020 di ruang kerjanya. Diakui Ridwan ada dua daerah tempat jagoan Gerindra memang posisinya sampai saat ini masih kalah dari Paslon lainnya. Akan tetapi dengan sisa waktu massa kampanye ini akan lebih dioptimalkan lagi mendongkrak ketertinggalan.

Iklan

“Nanti kita lihat perkembangannya lagi di akhir Bulan Oktober ini, bagaimana trennya. Kalau sampai saat ini masih cukup menjanjikan. Karena itu ya Insya Allah masih optimis di semua kabupaten/kota itu kita akan menangkan,” ungkapnya tanpa menyebutkan daerah mana saja tempat jagoan Gerindra itu masih kalah.

Dimasa kampanye ini, Gerindra bersama dengan partai koalisi lainnya sudah mulai menggerakkan mesin politik masing-masing secara besar-besaran untuk memenangkan pasangan calon yang diusung. “Kader partai itu solid, kita sangat solid, mereka semua turun berjuang. Nanti kita evaluasi hasilnya dalam satu bulan ini. Nah inilah yang memberikan kita optimistisme memenangkan semua daerah,” katanya.

Dikatakan Ridwan, Gerindra sebagai partai modern, percaya pada kekuatan kerja sistemnya. Mesin politik partai sampai pada jenjang paling bawah sudah bergerak sebagaimana instruksi dari DPP. “Insya Allah sampai saat ini belum ada kader kita mbalelo, saya monitor terus. Kalau ada yang berkhianat, kita tegas dan jelas, kita akan keluarkan mereka,” tegasnya.

Bagi Gerindra, pertempuran di Pilkada serentak 2020 ini tidak hanya menjadi ajang pertarungan pada pasangan calon. Tetapi juga menjadi arena pertempuran partai politik untuk mengadu kekuatan mesin politik partai masing-masing. “Kader partai harus memahami bahwa kita berada dalam satu rumah besar, karena itu harus kita jaga bersama-sama citra rumah kita. Karena Pilkada ini bukan hanya pertarungan calon, tapi pertarungan partai,” pungkasnya. (ndi)