33 Pelamar CPNS P1TL Belum Aman

Ilustrasi seleksi CPNS. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 33 pelamar calon pegawai negeri sipil di Lingkup Kota Mataram, yang sebelum telah memenuhi nilai ambang batas (P1TL) pada penerimaan CPNS tahun 2019 belum aman. Pasalnya, nilai ambang batas seleksi kompetensi dasar pelamar tahun ini lebih tinggi. Enam orang pelamar P1TL berdasarkan surat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nomor : 821/BKPSDM/2020 memilih tidak mengikuti SKD.

Diantaranya, Dicki Hananto Wibowo kualifikasi pendidikan S1 Informatika mendapat nilai ambang batas pada SKD tahun 2019 senilai 324. Disusul Diny Latifa Maysari pendidikan diploma tiga gizi dengan nilai 308. Selanjutnya, Nurkomalasari dengan pendidikan diploma tiga keperawatan dengan nilai 329. Riska Virgina Sugesta Lala pendidikan sarjana satu ekonomi pembangunan dengan skor 313, Verra Selviana pendidikan sarjana satu pendidikan matematika dengan nilai 383 dan Vivian Ulfandini, pendidikan diploma tiga keperawatan dengan nilai 347.

Baca juga:  Peserta SKB CPNS Sumbawa Segera Diumumkan

Sementara, nilai tertinggi pada SKD tahun ini 430 untuk formasi guru kelas. Sampai hari kelima yang lolos nilai ambang batas 1.301 dan tidak lolos nilai ambang batas 1.399. Operator penerimaan CPNS Kota Mataram, Hidayatulloh menyampaikan, 33 peserta P1TL yang mendapatkan nilai ambang batas di tahun 2019 lalu masih belum aman. Karena, nilai ujian seleksi kompetensi dasar pelamar tahun ini tinggi-tinggi. Justru, enam pelamar yang tidak ikut ujian rugi. Bisa saja mereka tidak masuk perangkingan karena tersinggir oleh pelamar lainnya.

Baca juga:  Dampak Corona, Jadwal Tes SKB CPNS NTB Ditunda

“Yang rugi mereka sendiri. Kita sudah telepon dan pastikan mau ikut ujian atau tidak. Mereka milih tetap tidak ikut ujian. Sekarang nilai peserta tinggi semua,” kata Dayat ditemui pekan kemarin.

Bagi pelamar P1TL yang ikuti ujian kembali tidak memiliki resiko. Artinya, jika nilai mereka sekarang rendah maka yang diambil adalah nilai sebelumnya. Kecuali, mereka tidak hadir dan secara otomatis akan gugur. Dayat menyebutkan, satu pelamar P1TL yang ikut ujian harus digugurkan karena terlambat.

Baca juga:  Bobot Nilai 60 Persen, Hasil Tes SKB Tentukan Kelulusan CPNS Pemprov NTB

“Otomatis sudah tidak bisa digunakan nilai sebelumnya. Kalau mereka siap ikut harus ikut tes. Kalau tidak hadir atau terlambat gugur,” jelasnya.

Diturunkannya nilai ambang batas serta soal ujian relatif mudah menghasilkan pelamar banyak yang lolos. Tercatat hingga hari kelima 1.301 pelamar lolos nilai ambang batas dan 1.399 gugur. Dayat menjelaskan, saat ini, pelamar lebih mudah mengakses atau belajar melalui google, aplikasi playstore dan youtube. Hal itu kemungkinan dari segi persiapan pelamar sudah siap dan mendapat nilai bagus.

“Kalau tahun lalu sehari cuma satu-dua orang yang lolos passing grade di setiap sesi,”demikian kata dia. (cem)