BPBD NTB dan Kabupaten/Kota Sepakat Terbitkan SK Darurat Bencana

Ahsanul Khalik (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah daerah di NTB menetapkan darurat bencana banjir dan tanah longsor, dipicu hujan deras beberapa hari terakhir. Sebab dari sejumlah kejadian, berdampak kerusakan rumah, termasuk dipicu angin puting beliung.

Berdasarkan rapat BPBD NTB bersama BPBD kabupaten dan kota  pekan kemarin,  sejumlah daerah mulai dilanda bencana. BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten dan Kota sepakat untuk segera menerbitkan SK siaga darurat banjir, tanah longsor dan puting beliung. Kejadian terhitung sejak 12 Desember  sampai dengan 31 Maret 2020.

‘’Penetapan SK ini akan menjadi dasar pengajuan Dana Tidak Terduga (DTT) atau dana DSP BNPB,’’ sebut Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH, Senin, 16 Desember 2019.

Sehingga diharapkan ada peningkatan informasi dan komunikasi dari kabupaten/kota  ke pihaknya. Selain itu, di tingkat daerah disarankan harus lebih meningkatkan kewaspadaan menghadapi bahaya banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Baca juga:  BPBD NTB Sampaikan Peringatan Presiden Soal Bencana

‘’Beberapa kejadian bencana di kabupaten dan kota, kemudian bertambahnya intensitas hujan terutama Lombok Barat, Mataram dan beberapa daerah di Sumbawa, maka dipandang perlu untuk diambil keputusan untuk penentuan status siaga darurat di Provinsi NTB,’’ katanya.

Dalam penentuan status kedaruratan, diperlukan informasi dari instansi terkait terutama BMKG, sebagai dasar perlunya penentuan status kedaruratan.

‘’Diharapkan kabupaten dan kota memperhatikan daerah rawan longsor pascagempa 2018. Karena dimungkinkan terjadi celah celah kosong dalam struktur tanah pascagempa. Kondisi ini yang sangat dikhawatirkan terulang terjadi,’’ ujarnya.

Sebab histori kejadian banjir di NTB secara umum terjadi pada periode Januari – Maret, dan Desember.   Prakiraan daerah potensi banjir di bulan Desember 2019 hingga Februari 2020, secara umum berada kategori rendah  sampai menengah.

Baca juga:  Pemprov Bentuk Tim Khusus Tanggulangi Kerusakan Akibat Bencana

Diungkapkannya, sejumlah BPBD telah melakukan antisipasi musim hujan dengan membentuk Satgas lintas sektor untuk penanganan bencana di musim penghujan.  Laporan dari BPBD Kota Mataram, dalam pekan ini pohon tumbang di tujuh titik. Kejadian juga menyebabkan rumah rusak di sejumlah kelurahan.

Laporan dari BPBD Lombok Barat, beberapa kali terjadi hujan disertai angin kencang yang menyebabkan beberapa rumah penduduk rusak dan ada yang roboh.  “BPBD Lombok Barat telah mengotimalkan tim TRC dalam penanganan bencana dan langsung melakukan distribusi logistik ke korban bencana,” jelasnya.

Karena kondisi logistik saat yang kosong, BPBD Lombok Barat berharap bantuan dari Provinsi NTB dan BNPB untuk memenuhi kebutuhan dimaksud.

Sementara BPBD Lombok Tengah melaporkan, terjadi angin kencang. Disisi lain, hujan belum juga turun, sehingga masyarakat masih memerlukan air bersih.

Baca juga:  Intensitas Hujan Meningkat, Waspadai Longsor dan Banjir

Merujuk pada penjelasan BMKG, maka diperlukan status daurat di Lombok Tengah, sehingga jadi dasar permintaan bantuan dari Provinsi, atau Pemda serta BNPB.

BPBD Lombok Timur melaporkan kondisi kekeringan dan masih melakukan distribusi air bersih.  Beberapa waktu lalu terjadi angin puting beliung yang merusak beberapa rumah warga di daerah Sambelia Desa Padak Guar.

BPBD Lombok Utara diinformasikan, sebagian wilayah KLU juga masih mengalami kekeringan terutama wilayah KLU bagian utara. Sedangkan  KLU bagian selatan seperti Tanjung dan Pemenang,  sejak November sudah terjadi hujan.

Sementara Kota Bima, mengantisipasi kejadian bencana diperlukan koordinasi yang akurat dalam penentuan status.

BPBD NTB berharap, optimalisasi fungsi Pusdalops serta komunikasi yang efektif pelaku kebencanaan.  Penyampaian informasi dini kepada masyarakat menurutnya diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan terjadinya bencana. (ars)