Korban Gempa di Montong Gading Masih Tinggal di Tenda

Salah satu masyarakat duduk di depan rumahnya yang roboh akibat gempa beberapa waktu lalu. Hingga saat ini belum ada kejelasan dalam pembangunan hunian tetap mereka. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Korban gempa di wilayah Kecamatan Montong Gading Lombok Timur (Lotim) butuh bantuan. Selain bangunan hunian sementara (huntara). Korban gempa juga membutuhkan

bantuan logistik untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, kondisi itu dikarenakan banyak masyarakat yang tinggal di tenda seiring jumlah hunian sementara (huntara) masih minim.

Untuk pembangunan rumah tahan gempa (RTG), informasinya belum ada kejelasan penanganannya terhadap korban gempa yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini. Adapun dari pendataan awal, jumlah KK yang terdampak gempa sebanyak 7.059 KK baik rusak berat, sedang dan ringan. “Kita miris melihat kondisi masyarakat kita. Masih banyak yang tinggal di bawah-bawah tenda,” terang Kades Pesanggrahan, H. Badrun.

Ditegaskannya kebutuhan mendasar yang dibutuhkan oleh masyarakatnya berupa pembangunan huntara. Apabila pembangunan huntara tidak dipercepat, dikhawatirkan masyarakat dapat terkena penyakit. Terlebih wilayah korban gempa baik di Desa Pesanggrahan, Pringgajurang, Perian dan beberapa desa lainnya yang terdampak di wilayah Kecamatan Montong Gading ini suhu udaranya cukup dingin, karena berada di bawah kaki Gunung Rinjani. “Kebutuhan mendasar adalah huntara, itu sangat-sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan, menjelaskan, untuk pembangunan huntara yang perlu diperhatikan antara kesiapan masyarakat untuk mengungsi, lokasi pengungsi yang disiapkan oleh camat dan pemerintah desa. Sehingga ketika sudah ada huntara, maka disiapkan pula dapur umum. Sedangkan ketika masyarakat tetap bertahan di kawasan rumahnya menggunakan tenda terpal, maka akan diberikan spandek dan material lainnya untuk membangun huntara dengan cara bergotong royong.

“Kalau masyarakat ingin membuatkan huntara dekat rumahnya maka diberikan bahan sehingga pembangunannya gotong royong untuk pembangunan,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Lotim, H. Ahmat, mengklaim pendistribusian bantuan logistik terhadap korban gempa di wilayah Kecamatan Montong Gading tetap dilakukan. Dari Dinas Sosial, katanya, akan memenuhi segala kebutuhan mendasar masyarakat, terutama ketika ada permintaah. “Tetap kita perhatikan. Pendistribusian logistik tetap,” singkatnya. (yon)