Wagub Ingatkan Pentingnya Modal Kesetiakawanan Sosial

Wagub pada kegiatan BBKS , BBKT dan HUT ke 61 tahun  NTB, Rabu (11/12) di Lapangan Islamic Center. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd  mengajak dan mengingatkan pilar pilar kesejahteraan sosial, masyarakat dan semua komponen, bersungguh-sungguh untuk menanamkan jiwa kesetiakawanan sosial sebagai modal untuk membangun daerah dan bangsa Indonesia.

‘’Kesetiakawanan sosial ini modal besar dan pilar kuat yang kita miliki. Tidak mungkin kita membangun NTB tanpa kebersamaan, kesetiakawanan, gotong royong dan  sinergiritas”, ujar Wagub saat memberikan sambutan pada Bulan Bakti Kesetiakawanan Sosial Nasional (BBKS), Bulan  Bhakti Karang Taruna (BBKT) dan HUT ke 61 tahun  NTB, Rabu, 11 Desember 2019 di lapangan Islamic Center.

Wagub  memuji dan mengapresiasi seluruh pilar-pilar Kesos NTB, yang selama ini dinilainya banyak membantu program strategis NTB Gemilang seperti pembentukan bank sampah, revitalisasi posyandu dan zero waste di desa-desa.

‘’Di dalam kita menggalakan NTB Zero Waste atau NTB Bersih, pendamping PKH terdepan mempelopori terbentuknya bank sampah bersama masyarakat,’’ ungkapnya. Begitu juga revitalisasi Posyandu menjadi Posyandu Keluarga yang menjadi pilar terdepan memproteksi masalahah-masalah kesehatan, sosial dan lingkungan di NTB, PKH memiliki peran penting mendorong dan meyakinkan masyarakat untuk berkunjung ke Posyandu.

Ia juga mengajak semua pihak, belajar menghadapi bencana. Menurutnya, NTB adalah daerah rawan bencana. Bencana bukan untuk di takuti. Namun bagaimana cara kita menghadapinya, ramah dengan bencana.Tagana yang berada hingga desa dan dusun harus maksimal memberikan edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat di desa-desa di NTB.

Mewakili Kemensos RI Juliari P. Batubara,  Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Rachmat  Koesnadi mengingatkan, bahwa manusia lahir untuk saling memberi, menolong dan membantu sesama manusia tanpa ada rasa pamrih. Dalam semua agama mengajarkan tentang esensi manusia sebagai mahluk social untuk saling interaksi dan menolong sesama mahluk hidup.

Rahmat Kusnadi mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pemrov NTB. Ia merasa bangga melihat penggiat kemanusia sejak awal apel perayaan HKSN begitu padu dan kompak. Dengan modal kekompakan ini yang kita inginkan bersama sehingga pelayanan kepada penerima manfaat sosial bisa cepat dan tepat.  (r)