Mulai Lelang, Konstruksi Proyek Strategis Nasional ‘’By Pass’’ LIA-KEK

Ilustrasi pembangunan di KEK Mandalika (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 621 warga pemilih lahan terdampak pembangunan proyek jalan by pass LIA – KEK Mandalika telah menyetujui harga pembebasan lahan. Dari 639 warga pemilik lahan, hanya 18 orang yang masih keberatan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Sahdan, MT mengatakan, hanya sebagian kecil saja masyarakat pemilik lahan yang masih keberatan. Jika dipersentasekan sekitar 2,8 persen yang keberatan dengan harga pembebasan lahan.

‘’Kita ndak bisa memaksa orang menerima. Tapi UU sudah mengatur, ketika yang setuju harga pembebasan lahan minimal 75 persen, maka dapat dilakukan pembebasan lahan. Tapi, bagi yang tidak setuju, pemerintah menitipkan dananya di pengadilan,’’ kata Sahdan dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 10 Desember 2019 siang.

Baca juga:  Bakal Gelar MotoGP, Polres Loteng Segera Naik Kelas?

Sahdan mengaku banyak warga yang senang dengan harga pembebasan lahan. Sehingga sebagian besar mereka menyetujui harga pembebasan lahan sesuai hasil appraisal tersebut.

Disebutkan, harga lahan di setiap lokasi bervariasi. Tetapi rata-rata harganya Rp20 juta per are. Ia mengatakan, sudah mulai dilakukan pembayaran langsung ke rekening masyarakat.

Pembayaran lahan ditagetkan tuntas Desember ini. Bahkan, kata Sahdan, konstruksi pembangunan fisik jalan sepanjang 17 km tersebut sudah mulai proses lelang di Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP).

‘’Sudah mulai berproses lelang konstruksinya. Sudah didaftarkan di Pokja ULP. Insya Allah pertengahan Januari sudah ada pemenang. Ini sudah on schedule,’’ katanya.

Pembebasan lahan proyek strategis nasional untuk mendukung MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika tersebut diutamakan lahan milik masyarakat. Karena, ada lahan milik PT. Angkasa Pura LIA dan PT. ITDC yang juga kena proyek tersebut. ‘’Itu terakhir nanti. Diutamakan sekarang lahan masyarakat,’’ jelasnya.

Baca juga:  Sirkuit Mandalika Segera Diaspal

Anggaran untuk pembebasan lahan by pass LIA-KEK Mandalika membengkak dari anggaran sebelumnya. Semula Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp147 miliar. Namun setelah dilakukan appraisal, anggaran pembebasan lahan yang dibutuhkan sebesar Rp380 miliar.

Proyek tersebut akan dibagi menjadi empat paket. Supaya pengerjaannya dapat tuntas Desember 2020. Jalan penghubung dari bandara ke Sirkuit Mandalika ini panjangnya sekitar 17 Km. Rencananya akan dibangun jalan empat jalur dan delapan lajur. (nas)