Makna Kirab Pataka di HUT NTB ke-61

Iswandi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kirab lambang daerah atau Pataka NTB merupakan upaya kita untuk mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan serta kebanggaan dan kebersamaan kita sebagai warga Bumi Gora. Lebih penting lagi adalah kolaborasi semua unsur mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota dan menyentuh seluruh masyarakat didesa dan dusun, untuk bergerak bersama mewujudkan pembangunan menuju NTB Gemilang.

Demikian disampaikan, Penjabat Sekda NTB,  Dr. Ir.H. Iswandi, M.Si usai menyerahkan pataka lambang NTB kepada pemerintah Kabupaten Bima pada upacara pelepasan pataka lambang NTB dalam rangka HUT ke 61, di Halaman Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di  Mataram, Senin, 9 Desember 2019.

Menurut Iswandi,  NTB sudah sangat dikenal sebagai sebuah provinsi kepulauan yang multikultur serta kaya akan budaya. Sehingga dengan kirab pataka ini, semua elemen masyarakat dan pemerintah dapat memahami keberagaman budaya yang ada. ‘’Kemudian dapat dioptimalkan demi kemajuan daerah NTB yang sama-sama kita cintai,’’ ujarnya.

Baca juga:  Percepatan Lelang Cegah Penumpukan Eksekusi Anggaran

Sekda NTB mengatakan, penyerahan pataka lambang daerah ini sejatinya merupakan simbol atau tanda untuk mengawali kirab pataka. Setelah pataka lambang NTB mengelilingi seluruh kabupaten/kota di NTB, kemudian akan diserahkan kembali kepada Pemprov NTB.

‘’Kirab pataka merupakan rangkaian HUT NTB yang melambangkan kesatuan kabupaten/kota sebagai bagian dari Provinsi NTB. Diawali dari Kabupaten Bima dan diakhiri penyerahan kepada pemerintah Kota Mataram,’’ katanya.

Senada dengan itu, Asisten Administrasi Umum Setda  Kabupaten Bima, Drs.H. Arifuddin HMY mengungkapkan, momentum penyerahan bendera lambang NTB ini sebagai upaya membangun NTB ke depan. Membangun NTB bukan hanya tangung jawab pemerintah. Akan tetapi tanggung jawab seluruh elemen  untuk sama-sama membangun NTB. Apalagi diperkuat dengan konsep visi misi NTB Gemilang.

Baca juga:  Kadis Dikbud NTB Batal Mundur

Ia mengatakan, untuk mewujudkan visi misi NTB Gemilang, tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah provinsi saja. Tetapi perlu sinergi semua pemerintah kabupaten kota.

‘’Dalam menyambut HUT NTB, kita akan perkuat sinergitas untuk membangun NTB tercinta. Juga sebagai refleksi kita untuk introspeksi diri, kekurangan apa saja dalam membangun daerah selama ini untuk diperbaiki ke depannya,’’ ujarnya.

Dengan demikian, katanya, mewujudkan NTB Gemilang akan tercapai jika peran seluruh elemen masyarakat semakin diperkuat.

Kirab pataka akan mengelilingi Kabupaten Bima dan diserahkan kepada Pemerintah Kota Bima. Dilanjutkan kepada Pemerintah Kabupaten Dompu, Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Usai Kirab pataka kemudian dilanjutkan ke kabupaten kota di Pulau Lombok hingga pada tanggal 16 Desember 2019. (r)