Pemkot Berencana Beli Mesin Penghancur Sampah

Ilustrasi pembakaran sampah (Sumber Foto : eglin)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram terus melakukan upaya dalam mengurangi jumlah sampah. Salah satu rencananya yakni mendatangkan mesin penghancur sampah. Mesin tersebut rencananya akan ditempatkan di Kelurahan Bintaro.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura mengatakan, rencana Pemkot mengadakan mesin tersebut akan dikaji terlebih dahulu. Nantinya, apakah mesin tersebut mampu mengurangi jumlah sampah dan tidak menambah polusi di Mataram.

“Kemarin ada presentasi dari Komnas (komisi nasional) Sampah asal Mataram. Dia mempresentasikan bagaimana mengatasi jumlah sampah. Salah satu dengan menggunakan alat atau mesin incinerator ini,” katanya, Minggu, 6 Oktober 2019 saat dihubungi Suara NTB.

Komnas sampah ini kata Mahmuddin, sudah dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya telah di bangun di tiga tempat yaitu di Kabupaten Sidoarjo, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Baca juga:  Ribuan Orang Terpapar Asap Kebakaran TPA Kebon Kongok

“Sebelumnya kita akan minta dokumen dan hasil laboratorium terutama terkait masalah asap yang dikeluarkan mesin ini. Katanya sih bukan lagi asap yang dikelurkan, akan tetapi uap. Untuk menyakinkan (Pemkot dan

masyarakat), minimal kita harus studi banding dulu. Untuk menyiapkan peralatan itu, minimal kita paham alurnya,” jelasnya.

Dalam studi banding nanti kata Mahmuddin, akan menyiapkan dokumen dan data-data yang dibutuhkan untuk mengadakan mesin incinerator tersebut. “Setelah itu baru kita akan lihat hasilnya. Kayak apa dulu hasilnya, baru akan bisa kita bangun di Mataram,” katanya.

Baca juga:  Pemadaman Habiskan Rp750, Kebakaran TPA Kebon Kongok Jadi Pembelajaran

Dari hasil presentasi Komnas Sampah itu, kata Mahmuddin, mesin incinerator ini bisa  menghancurkan sampah sebanyak 7 ton per jam. Jika mesin beroperasi selama sepuluh jam per hari, maka, mesin incinerator dapat mengurangi sampah sebanyak 70 ton per hari.

“Kalau beroperasi 10 jam sehari, bisa sampai 70 ton per hari. Tapi kan, kita tak boleh bersasumsi dulu. Sampah yang akan dihancurkan mesin ini sampah yang sudah dipilah (residu),” katanya.

Rencana pengadaan mesin incinerator ini lanjut Mahmuddin, Pemkot Mataram belum membutuhkan anggaran dari APBD. Mahmuddin akan melihat apakah proyek pengadaan mesin ini efektif mengurangi sampah atau tidak di Mataram.

“Jika hasilnya bagus, kita Pemkot harus bisa membeli mesin ini,” tandasnya. (viq)