Deviasi Serapan Fisik APBD NTB Capai 19,25 Persen

Sadimin (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Realisasi fisik APBD NTB 2019 masih jauh di bawah target. Berdasarkan data emonev Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) sampai Agustus 2019, progres fisik APBD NTB baru 55,75 persen.

Pada bulan Agustus, Pemprov menargetkan realisasi fisik APBD NTB sebesar 75 persen. Artinya, terjadi deviasi progres fisik APBD NTB sebesar 19,25 persen.

Kepala Biro Bina Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (BAPP dan LPBJP) Setda NTB, H. Sadimin, ST, MT menjelaskan penyebab besarnya deviasi progres fisik APBD 2019. Ia mengatakan, rendahnya realisasi fisik akibat rasionalisasi anggaran/kegiatan saat pembahasan RAPBD Perubahan 2019 beberapa waktu lalu.

Biasanya, APBD Perubahan dibahas pada bulan Oktober. Tetapi tahun ini, pembahasan APBD Perubahan 2019 dipercepat, sebelum berakhirnya masa jabatan anggota DPRD NTB periode 2014-2019, Agustus lalu.

‘’Deviasi itu, ada beberapa kegiatan yang dirasionalisasi. Sehingga untuk jalan lebih cepat, masih belum ada kepastian. Apakah dirasionalisasi atau nggak. Sehingga menunggu kepastian rasionalisasi itu dulu,’’ kata Sadimin dikonfirmasi, Senin, 23 September 2019 siang.

Namun, Sadimin memastikan setelah penetapan APBD Perubahan 2019, penyerapan anggaran baik fisik dan keuangan akan lebih cepat lagi. Karena sudah ada kepastian mana kegiatan yang dirasionalisasi dan tidak dirasionalisasi. Keterlambatan penyerapan anggaran, baik fisik dan keuangan pada Juli – Agustus lalu, ujar Sadimin lebih kepada menunggu kejelasan kegiatan yang dirasionalisasi.

Baca juga:  Bupati Harapkan TP4D Tidak Cabut Pendampingan Puskesmas Ropang

‘’Itu permasalahannya. Sehingga kemarin sampai Juni  progres kita lebih cepat. Tapi Juli – Agustus, kita turun. Karena itu,’’ terangnya.

Terkait progres lelang lewat ULP NTB, Sadimin mengatakan sudah sesuai rencana. Dari total 152 paket proyek senilai Rp312,689 miliar, sudah selesai lelang sebesar 83,55 persen hingga saat ini. Sebanyak 127

paket proyek senilai Rp282,759 miliar yang sudah selesai lelang.

Kemudian 21 paket proyek senilai Rp27,680 miliar sedang lelang atau 13,82 persen. Dan 4 paket proyek senilai Rp2,250 miliar atau 2,63 persen belum diajukan tender oleh OPD. Empat paket proyek tersebut berada di Dinas Sosial satu paket senilai Rp236 juta, Dinas LHK satu paket senilai Rp1,314 miliar, dan Dinas Keswan dua paket senilai Rp700 juta.

Sedangkan untuk proyek non tender atau yang dilakukan dengan penunjukan langsung. Dari 4.342 paket proyek senilai Rp674,907 miliar, sebanyak 3.147 paket senilai Rp476,430 miliar yang sudah dilakukan penandatangan SPK/SPB. Atau secara keseluruhan sudah mencapai 72,48 persen. Kemudian 274 paket senilai Rp125,980 miliar sedang dalam proses. Dan 921 paket senilai Rp72,497 miliar belum proses.

Baca juga:  Pembangunan Kantor Walikota Dinilai Mendesak

‘’Kalau progres lelang dibandingkan tahun lalu kita lebih cepat. Cuma realisasi anggaran secara keseluruhan lebih lambat,’’ katanya.

Terhadap OPD yang lamban mengajukan lelang ke ULP, Sadimin mengatakan pihaknya akan langsung memanggil OPD bersangkutan. Kemudian mereka dibimbing dan didampingi dalam penyiapan dokumen lelang. ‘’Permasalahannya apa kita selesaikan supaya cepat lelang,’’ tandasnya.

Diketahui, APBD murni 2019 sebesar Rp5,253 triliun lebih. Terdiri dari belanja tidak langsung Rp3,071 triliun dan belanja langsung Rp2,182 triliun. Jumlah pengadaan barang sebanyak 1.400 paket senilai Rp592,529 miliar, konstruksi 1.921 paket senilai Rp521,371 miliar, konsultansi 1.041 paket senilai Rp30,170 miliar dan jasa lainnya 281 paket senilai Rp28,494 miliar.

Untuk progres fisik bulan Januari, Pemprov menargetkan sebesar 6 persen, terealisasi 3,57 persen. Kemudian bulan Februari ditargetkan 10 persen, terealisasi 5,95 persen. Selanjutnya bulan Maret ditargetkan 17 persen, terealisasi 13,44 persen.

Pada bulan April ditargetkan 25 persen, terealisasi 18,99 persen. Mei ditagetkan 35 persen, terealisasi 33,52 persen. Juni ditargetkan 50 persen, terealisasi 41,89 persen. Sedangkan Juli dan Agustus ditargetkan masing-masing 60 persen dan 75 persen. Tetapi hanya mampu terealisasi sebesar 49,67 persen dan 55,75 persen. (nas)