Sesepuh Masyarakat Sasak Siap Bantu Wujudkan NTB Gemilang

L. Mudjitahid (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Di usianya yang telah menginjak 81 tahun, Sesepuh Masyarakat Sasak, Drs. H. L. Mudjitahid, alias Mamiq Mudji masih menyimpan api semangat dalam mengawal pembangunan di NTB. Tokoh legendaris ini juga menegaskan kesiapannya mendukung NTB Gemilang. Tidak tanggung-tanggung, Mamiq Mudji bahkan menginisiasi sendiri berdirinya lembaga yang akan mendorong perwujudan program NTB Gemilang.

Hal itu disampaikan Mamiq Mudji dalam Diskusi Terbatas ‘’Satu tahun Zul-Rohmi, Membangun Kebersamaan untuk NTB Gemilang’’ di Ruang Redaksi Suara NTB, Kamis, 19 September 2019.

Menurut Mamiq Mudji, ia saat ini tengah menyusun skema kelembagaan yang dimaksud untuk mempercepat terwujudnya NTB Gemilang. ‘’Saya meyakini, NTB Gemilang bisa sukses jika mendapatkan dukungan gerakan  pembangunan dari bawah,’’ katanya, seraya menambahkan bahwa itu dipelopori oleh generasi muda NTB dengan pendekatan budaya dan nilai-nilai agama.

‘’Sedang kami susun pokok-pokok pikiran dan pada waktunya akan kami sampaikan kepada bapak (Gubernur) dan ibu (Wakil Gubernur). Dan kami tidak sekadar sampaikan proposal. Kami sudah menetapkan pilot project Kota Mataram baru turun ke semua kabupaten untuk menggerakkan para bupati supaya  mendukung,’’ ujarnya.

L. Mudjitahid memandang, saat ini memang masih ada masyarakat bawah yang belum tersentuh atau belum memberikan dukungan nyata untuk program Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Tidak hanya kalangan umum, dari pimpinan daerah pun, menurutnya masih perlu diperkuat dukungannya.

Menyadari kondisi ini yang membuat Mamiq Mudji tidak ingin tinggal diam. Di usianya yang sudah senja, ia menegaskan masih belum ingin pensiun dari aktivitas sosial kemasyarakatan dan juga bisnis.

‘’Apa yang saya katakan tidak basa basi. Saya merasa bertanggung jawab secara moral untuk tidak boleh pensiun dulu. 8 September (usia) sudah 81, tapi masih memimpin empat perusahaan, tiga perguruan tinggi,’’ ujarnya bersemangat.

Ia menyampaikan, Indonesia sudah merdeka selama 74 tahun. Tapi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB baru naik kelas ke posisi 29 atau lima dari bawah. Sebelumnya berada di posisi kedua dari bawah. ‘’Tapi masih sangat jauh dari harapan,’’ katanya.

Mudjitahid yang juga Ketua Masyarakat Agrobisnis Jagung NTB, menyatakan mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur NTB (Zul-Rohmi). Ia pernah melaksanakan seminar dengan Yayasan  Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN). Di seminar itu disampaikan oleh seorang profesor muda, ada temuan mikroba baru yang bisa menggemburkan tanah, sehingga nanti produksi padi maupun jagung bisa 14 ton, dan waktu panen bisa lebih pendek, dari 90 hari jadi 75 hari.

‘’Kami sudah ketemu Bupati Lombok Timur, siap 10 ribu hektar, Lombok Barat 4000 hektar dan KLU,’’ ujarnya. (ron)