Tepat Satu Tahun Zul-Rohmi, Bendungan Multifungsi Meninting Mulai Dibangun

Penjabat Sekda NTB, H.Iswandi bersama Kepala Dinas PUPR NTB, H. Azhar foto bersama pihak terkait di lokasi pembangunan Bendungan Meninting, Selasa, 17 September 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tepat satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd (Zul-Rohmi), Kamis, 19 September 2019 hari ini akan ditandai dengan groundbreaking dimulainya pembangunan Bendungan Meninting, Lombok Barat (Lobar). Bendungan multifungsi dengan nilai proyek lebih dari Rp1,3 triliun tersebut ditargetkan tuntas dibangun dan operasional 2022 mendatang.

“Refleksi Pemerintahan Zul-Rohmi dalam satu tahun, salah satunya akan dilakukan groundbreaking Bendungan Meninting. Pak Gubernur dan Ibu Wagub akan melakukan groundbreaking Bendungan Meninting,” kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 18 September 2019.

 

Groundbreaking Bendungan Meninting ini merupakan salah satu cara untuk memacu agar pembangunan selesai sesuai schedule yang telah ditetapkan. Karena menurut Azhar, pembangunan Bendungan Meninting sudah terlambat delapan bulan akibat persoalan lahan.

Namun sekarang persoalan lahan sudah tuntas. Tinggal dilakukan pembayaran kepada masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan bendungan tersebut. Dijelaskan, kontrak pekerjaan pembangunan Bendungan Meninting sudah ditandatangani Desember 2018 lalu.

Baca juga:  Bang Zul : NTB Gemilang Butuh Sinergi

“Kontraknya sudah dilakukan penandatanganan Desember 2018, sembilan bulan terlambat, memang karena masalah lahan. Alhamdulilah, sekarang sudah selesai. Tinggal menunggu dibayar saja,” ujarnya.

Pembangunan Bendungan Meninting dihajatkan dapat mengatasi kekeringan yang berakibat krisis air bersih di Pulau Lombok. Dengan adanya bendungan ini, ketersediaan air irigasi di Lombok Barat akan bertambah.

Azhar mengatakan, Bendungan Meninting nantinya akan mampu memenuhi kebutuhan air irigasi di daerah Penimbung sekitar 454 hektare. Kemudian daerah irigasi Ketapang Orong 40 hektare dan daerah irigasi Jangkuk 1.065 hektare.

Selain untuk memenuhi air irigasi, Bendungan Meninting juga akan menjadi salah satu sumber air baku Sistem Perpipaan Air Minum (SPAM) Regional Pulau Lombok. Air Bendungan Meninting akan dimanfaatkan sekitar 150-200 liter perdetik untuk SPAM Regional yang diperkirakan operasional 2024 mendatang.

Mantan Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan ini mengatakan, Bendungan Meninting juga akan dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Diperkirakan, pemanfaatan air Bendungan Meninting akan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 2 x 0,4 MW. Karena spillways bendungan sekitar 74 meter.

Baca juga:  Menelaah Komunikasi Politik Zulkieflimansyah Berbasis Social Media

Selain Bendungan Meninting, pemerintah juga akan segera membangun Bendungan Krekeh Sumbawa. Sehingga akan ada penambahan jumlah bendungan lagi di Sumbawa dalam beberapa tahun ke depan. ‘’Sumbawa juga akan hijau apabila bendungan itu terbangun,’’ terangnya.

Diketahui, pembangunan Bendungan Meninting akan dilakukan di atas lahan 90 hektare di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Lobar, dengan pengembangan irigasi seluas 145 hektare hingga ke Kecamatan Lingsar. Proyek itu dikerjakan dengan skema multi years, bersumber dari APBN tahun 2018 – 2022.

Tahap pertama nilai kontrak Rp 875.249.654.400, nomor kontrak HK.02.03-AS/Kont/SNVT PB NT 1/905/2018. Lelang dimenangkan PT. Hutama Karya (Persero) membuat Kesepakatan Operasional (KSO) dengan PT. Bahagia Bangun Nusa.  Sementara tahap kedua,  lelang dimenangkan PT. Nindiya Karya (Persero) KSO dengan PT. Sac Nusantara, dengan nilai kontrak Rp 481.334.289.700. Kontrak proyek nomor HK.02.03-AS/Kont/SNVT PB NT 1/906/2018. (nas/*)