Simposium APGN 2019 Dimulai, Bukti Semangat Bangkit Pascabencana

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc bersama Presiden Global Geopark Network, Guy Martini,  Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO,  Prof. Dr. H. Arief Rachman membuka simposium APGN 2019 dengan memukul gendang beleq (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Simposium gelaran Asia Pacific Geoparks Network (APGN) ke-6 tahun 2019 resmi dimulai hari ini, Selasa, 3 September 2019. Dibuka langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., ratusan orang peserta dari 33 negara memadati lokasi kegiatan di Aula Rinjani Hotel Lombok Raya Mataram.

Dalam sambutannya Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc menyebut bahwa digelarnya APGN di NTB telah memberikan kesempatan bagi Pemerintah Provinsi untuk mematangkan konsep geopark yang terintegritas. Hal itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan konservasi, dan pembangunan berkelanjutan. “Saya percaya simposium ini bisa menjadi jembatan untuk berbagi, mengingat pesertanya berasal dari berbagai negara,” ujarnya.

Orang nomor satu di NTB itu juga merefleksi apa yang terjadi pada NTB, dimana bencana gempa sempat melanda dan mengharuskan Pemerintah dan seluruh masyarakat melakukan pembenahan yang prosesnya masih berlanjut sampai sekarang. Dengan dijadikannya Lombok sebagai tuan rumah APGN, Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul itu menerangkan bahwa hal tersebut menjadi bukti kekuatan dan semangat masyarakat NTB untuk bangkit.

Baca juga:  Pelaku Industri Pariwisata Berharap Jalur Baru Rinjani

“Tahun lalu kami dilanda gempa bukan hanya tujuh kali, namun lebih dari dua ribu kali. Namun masyarakat NTB mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bangkit lebih dari tiga ribu kali,” ujar Dr. Zul di hadapan Presiden Global Geopark Network, Guy Martini,  Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO,  Prof. Dr. H. Arief Rachman, dan pejabat serta delegasi lainnya yang memadati acara tersebut.

Selain itu, diakui Dr. Zul pihaknya sadar dan setuju bahwa mengelola warisan geologi membutuhkan pendekatan dan kebijakan nyata dari pemerintah. Hal itu untuk menjamin kualitas kawasan serta memajukan pendidikan dan pembangunan berkelanjutan yang menjadi tujuan dasar pengembangan kawasan geopark di NTB. “Saya berharap kegiatan APGN menjadi forum untuk berbagi pengalaman serta untuk belajar bagaimana mengelola potensi alam demi kelangsungan hidup masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.

Baca juga:  Rinjani Tetap Masuk UGG

Senada dengan itu, Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO,  Prof. Dr. H. Arief Rachman, menegaskan simposium APGN dimaksudkan untuk melahirkan platform dari berbagai pihak dalam hal pengelolaan geopark dan geosite. Sehingga ke depan akan terbangun geo-heritage bagi masyarakat dan pemerintah.

Selain itu, gelaran APGN juga menjadi momentum untuk menunjukkan keindahan alam yang dimiliki NTB secara umum dan Lombok secara khusus. Terlebih mata dunia mulai terarah ke NTB setelah pengembangan-pengembangan di bidang pariwisata serta gelaran MotoGP yang akan dilaksanakan pada 2021 mendatang.

Sebelumnya para peserta APGN 2019 terlebih dahulu mengadakan sidang Unesco Global Geopark yang mengambil tempat di Gili Trawangan, Sabtu (31/8). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan agenda simposium membahas makalah yang telah disiapkan oleh ratusan ahli geologi yang menjadi pembicara. Selain itu, dijadwalkan juga kunjungan lapangan yang akan membawa seluruh peserta APGN mengelilingi Pulau Lombok untuk melihat keindahannya. (bay)