Presiden UGG Nilai Tambora Layak Diusulkan Jadi Geopark Dunia

Gunung Tambora, salah satu bagian dari Kawasan Samota. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Presiden UNESCO Global Geopark (UGG), M. Guy Martini menilai Tambora layak diusulkan menjadi geopark dunia. Ia melihat secara sepintas dari film tentang Tambora yang diputar saat pembukaan simposium internasional ke – 6 Asia Pacific Geopark Network (APGN) di Mataram, Selasa, 3 September 2019.

Ia mengatakan, Tambora sebagai tempat yang menarik.  Baginya, tayangan tersebut cukup memberikan gambaran awal bahwa Tambora layak untuk diusulkan menjadi geopark dunia atau calon Global Geopark Network (GGN).

Meskipun Martini mengakui belum memiliki referensi yang cukup terkait Tambora. Karena belum pernah berkunjung ke kawasan yang sudah menjadi geopark nasional tersebut. Namun dari usulan dan argumentasi delegasi yang mengusung Tambora sebagai global geopark,  ia mengaku sangat tertarik dan akan segera mengunjunginya.

Selain memiliki universal value (nilai universal) sebagai sebuah geopark. Tambora juga memiliki sejarah panjang yang berpengaruh pada sejarah dunia. Diketahui, saat ini kawasan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (Samota) sudah ditetapkan menjadi cagar biosfer dunia.

Kawasan Samota resmi menyandang status sebagai cagar biosfer dunia. Penyerahan sertifikat Samota menjadi cagar biosfer dunia dilakukan dalam acara The International Coordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme, UNESCO di Paris, 17 – 21 Juni 2019.

Baca juga:  Puluhan Hektar Kawasan Taman Nasional Tambora Terbakar

Pemprov NTB memiliki sejumlah alasan untuk mendorong agar Samota dijadikan cagar biosfer dunia. Pertama, karena Samota berada di antara bukit dan pegunungan yang di dalamnya terdapat berbagai flora dan fauna yang dilindungi.

Selain itu, Samota juga merupakan lokasi dari Gunung Tambora yang diketahui pernah menjadi salah satu erupsi volcano terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Kedua, deklarasi Samota menjadi cagar biosfer diharapkan dapat memfasilitasi dan mempercepat pemerintah daerah dalam upaya mencapai SDGs di daerah masing-masing

Ke tiga, dengan dideklarasikannya Samota sebagai cagar biosfer, akan memberikan manfaat kepada NTB dalam rangka melindungi sumber alam dan mempercepat kesejateraan ekonomi dan sosial di dalam provinsi tersebut

Ke empat, Rinjani dan Samota akan menjadi tuan rumah 13rd South East Biosphere Reserve Network atau pertemuan internasional jaringan cagar biosfer dunia kawasan ASEAN pada 2020. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB dengan mendatangkan pengunjung dan juga upaya memperbaiki kondisi di daerah. Ke lima, dengan dideklarasikannya Samota sebagai cagar biosfer, menjadi bukti dan komitmen Pemprov NTB mendukung pengembangan berkesinambungan.

Ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dengan ditetapkannya Samota menjadi cagar biosfer dunia. Pertama, hal ini akan memberikan kontribusi dalam rangka mewujudkan cita-cita konvensi keanekaragaman hayati.

Baca juga:  Puluhan Hektar Kawasan Taman Nasional Tambora Terbakar

Ke dua, akan menjadi media kerjasama antarpengelola cagar biosfer di seluruh dunia. Ke tiga, dapat digunakan sebagai penelitian ilmiah, pemantauan global dan pelatihan pakar dari seluruh dunia.

Ketua Delegasi Geopark Tambora pada simposium internasional APGN 2019, Ir. H. Ridwan Syah mengaku optimis Tambora bakal dapat ditingkatkan statusnya menjadi geopark dunia. Selain memiliki sejarah yang panjang terhadap peradaban dunia, Tambora sendiri secara fisik memiliki kekayaan yang banyak.

Menurut General Manager Geopark Tambora ini, selain 10 geosites berupa savana dan keanekaragaman hayati dan kultur. ‘’Apalagi ada sebagian peserta APGN berencana untuk datang langsung berkunjung untuk melihat langsung ke Tambora,’’ kata Ridwan.

Pihaknya mengaku terus melakukan lobi dan pendekatan kepada tim UNESCO Global Geopark (UGG) selama simposium APGN 2019  berlangsung. Tambora sendiri sudah masuk ke dalam Samota (Saleh, Moyo, Tambora). Konsep ini sebagai upaya konservasi dalam mempertahankan ke tiga kekayaan alam tersebut selain dari sisi pengembangan kawasan bagi Pulau Sumbawa.

‘’Hal ini sebagai kriteria penilaian lain dari terpilihnya geopark untuk masuk ke dalam usulan global geopark UNESCO,’’ pungkasnya. (nas)