Warga Keluhkan Pembangunan Hotel di Udayana

Pembangunan hotel di pinggir Jalan Udayana ini dinilai mengganggu penduduk sekitar, menimbulkan kebisingan dan debu di rumah warga Karang Kelok Baru dan Udayana. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Warga lingkungan Udayana dan Karang Kelok Baru mengeluhkan pembangunan hotel di pinggir jalan Udayana Mataram. Pembangunan hotel tersebut dinilai mengganggu penduduk sekitar, sebab kerap mengeluarkan debu dan suara bising.

Sumrat, salah satu warga lingkungan Udayana mengatakan, pembangunan hotel itu mengeluarkan suara bising dan debu yang bertebaran ke rumah warga. Dia menjelaskan, saat berada di rumahnya, ia kerap merasakan getaran dari mesin pengeboran di sana.

“Saya dan istri trauma dengan getaran. Sampai saya kira itu gempa,” katanya kepada Suara NTB, Rabu, 14 Agustus 2019.

Rumah Sumrat memang terletak tepat di samping lokasi pembangunan hotel. Hanya berjarak 10 meter dari are pembangunan hotel. Sumrat dan warga lainnya memprotes kegiatan pembangunan hotel tersebut. Iwan, salah satu tetangga Sumrat juga memprotes keadaan tersebut.

“Kita tidak bisa tidur. Apalagi mereka mengebor tanah hingga malam hari. Itu sangat mengganggu sekali,” kata Iwan.

Menurut Iwan, pihak hotel tidak pernah memberikan sosialisai tentang pembangunan tersebut. Kata dia, pihak hotel juga tidak memahami kondisi kebisingan yang dirasakan warga. Padahal, kata Iwan, dalam melakukan pembangunan, harusnya pihak hotel mengabarkan kepada masyarakat terkait jadwal pengerjaannya.

“Mereka tidak pernah mengajak kami bicara terkait pembangunan ini. Apalagi masalah jam pengerjaan? Ini sampai malam. Mereka tidak toleransi, mereka kadang melakukan pengeboran hingga pukul 21.00 malam,” kata Iwan.

Saat ini, puluhan warga yang terkena dampak atas pembangunan hotel yang ada di samping Jalan Udayana Mataram ini akan melakukan konsolidasi ke pihak hotel. Iwan menegaskan, akan mengirim surat kepada pihak hotel untuk melakukan mediasi. “Kita yang terkena dampak akan mebuat surat kepada pihak hotel. Semoga mereka (pihak) hotel menanggapi,” katanya.

Iwan dan sejumlah warga lainnya menuntut pihak kelurahan dan hotel untuk mendengar keluhan warga. Menurutnya, saat ini yang harus dilakukan adalah mengatur jam pengerjaan pembangunan hotel.

“Kalau bisa jangan sampai malam. Karena semua warga pada jam itu mulai istirahat, itu sangat mengganggu kami,” katanya.

Lurah Monjok Barat, Mulya Hidayat menyampaikan, dalam pembicaraan awal dengan pihak hotel, belum mendengar ada keluhan dari warga. “Diawal kan belum ada aktivitas waktu (pembangunan) itu. Sekarang aktivitas itu meningkat. Otomatis warga merasakan dampaknya. Muncullah protes,” kata Hidayat.

Pada Rabu kemarin, pihak Kelurahan Monjok Barat telah menghubungi manajemen hotel. ”Janjinya hari ini kita akan sampaikan terkait komplin warga ini. Memang ada tuntutan warga. Salah satunya kebisingan ini. Kita akan bicarakan dulu,” katanya. (viq)