Berkurban, Wujud Empati kepada Korban Gempa

Para fasilitator saat menyerahkan bantuan kambing Kurban kepada  warga Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Lombok Utara Sabtu malam lalu. (Suara NTB/ist)

PARA korban gempa setahun merasakan dinginnya udara di hunian sementara dan bangunan bangunan semi permanen. Tapi situasi itu seakan bukan penderitaan ketika semakin banyak orang- orang yang peduli, termasuk ketika dalam suasana Hari Raya Idul Adha.

Sabtu, 10 Agustus 2019 sore sebuah mobil bak terbuka berlogo BPBD menyusuri jalan berkelok tajam, sempit dan menanjak di Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok utara (KLU).  Terlihat di atas kendaraan itu, empat orang pemuda dan seorang perempuan dengan rompi berlogo BNPB, menjaga dua ekor kambing yang lehernya dikekang pada besi pembatas bak.

Debu berterbangan saat mobil setengah tua itu menderu menaiki tanjakan. Para pemuda tadi sigap turun dan membantu mendorong. Sayangnya, mobil tak mampu menanjak. Dalam situasi pasrah itu, pemuda yang pekerjaan sehari hari sebagai fasilitator pembangunan rumah rusak akibat gempa  itu melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Mereka menuntun seekor kambing  menuju rumah Kepala Desa Teniga, Maswandi.

Situasi itu diceritakan  Koordinator Asistensi & Supervisi Tim Pengendali Kegiatan (TPK) BPBD Provinsi NTB, Ir. Hadi Santoso, ST, MM saat berbagi dengan korban gempa dengan hewan Kurban Sabtu lalu.

“Pak Kades. Tolong diterima kambing ini. Hasil dari patungan temen-temen fasilitator di Lombok Utara. Mohon disembelih untuk para korban gempa di sini pak. Jangan dilihat nilainya, tapi lihatlah usaha tulus kami, untuk memperoleh dan membawa kambing ke tempat, Pak Kades, ya!” ujar Koordinator Wilayah Fasilitator Terpadu Lombok Utara, Ziat Ulhaq, ST dikutip Hadi Santoso.

Ziat datang ke Desa Teniga didampingi dua Askorwil, Ramdan Nursaman dan Asjad , SE, Dede Abdul Karim, SH sebagai Korcam Bayan, Indra Priatmono, ST sebagai Korcam Tanjung, Baiq Jamilatul Aini, ST sebagai  fasilitator.

Rombongan melanjutkan perjalanannya. Sampai di Desa Tanjung puluhan anak-anak dan orang tua menyambut rombongan. Setelah menunaikan salat magrib, acara serah terima kambing pun dilakukan. Kambing diserahkan pada perwakilan Tokoh Agama Dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat Kabupaten Lombok Utara, TGH Haitami didampingi warga.

‘’Ini atas nama siapa korban kambingnya, Pak? Agar kami niatkan saat menyembelih kambingnya besok,” tanya TGH Haitami. “Atas namakan saja orang paling tidak mampu di dusun ini, yang pernah berniat berkurban namun belum terwujud, Pak,” jawab Ziat Ulhaq.

 Mengenai hewan Kurban yang dibagi itu, penuturan Hadi Santoso,  merupakan hasil donasi dari para fasilitator di KLU. Terkumpul Rp 7 juta. Padahal para fasilitator akan menerima gaji pada tanggal 13 Agustus 2019 nanti.

Disyukurinya, fasilitator di KLU kompak membelikan hewa kurban untuk korban gempa. Meski hasilnya hanya tiga ekor kambing. Namun, diyakininya merupakan bentuk kepedulian pada warga. (ars)