Dua Rusunawa Segera Dibangun di Mataram

Seorang penghuni melintas di halaman rusunawa Montong Are yang dibangun tahun 2016 lalu. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pust sedang mempersiapkan tender pembangunan dua rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kota Mataram. Anggaran dibutuhkan dua twin blok mencapai Rp55 miliar. Pemerintah berkomitmen menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H. M. Kemal Islam mengatakan, pemerintah pusat dalam ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun rumah rusun sederhana sewa (rusunawa) khusus nelayan di Kelurahan Bintaro Jaya, Kecamatan Ampenan. Dan, satu rusunawa tambahan di Lingkungan Montong Are, Kelurahan Mandalika.

Dua rusunawa menunggu proses tender dari pemerintah pusat. Pemkot Mataram telah menyiapkan lahan dan mengirim detail engineering design (DED) ke pemerintah pusat. “Lahan sudah tidak ada masalah. Kita tinggal menunggu tender di pusat saja,” kata Kemal ditemui, Senin, 1 Juli 2019.

Baca juga:  NTB Usulkan Perbaikan 3.000 RTLH Tiap Tahun

Rencananya rusunawa ini mulai dikerjakan tahun 2020 mendatang. Kemal menyebutkan, anggaran pembangunan satu twin blok dengan lima lantai dan luas kamar tipe 21 sekitar Rp25 miliar. Sementara, rusunawa tipe 36 dengan 174 kamar sekitar Rp35 miliar.

Artinya, kebutuhan anggaran untuk dua twin blok menghabiskan biaya mencapai Rp 55 miliar. “Normalnya saja satu twin blok tipe 21 Rp25 miliar.” sebut Kemal.

Terhadap pembangunan rusunawa, Pemkot Mataram merekomendasikan agar pemerintah pusat membangun tiga lantai. Pasalnya, Pulau Lombok rawan terjadi gempa menjadi alasan sehingga mengantisipasi potensi kerawanan. Perubahan tersebut disampaikan Kemal, sama sekali tidak mengurangi kebutuhan anggaran. Pemerintah pusat mengubah tipe kamar sebelumnya 21 menjadi tipe 36. “Kebutuhan anggarannya tetap,” terangnya.

Baca juga:  Warga Setujui Pembangunan Rumah Subsidi Sembung Palace

Kondisi penduduk Kota Mataram semakin padat dan tidak didukung ketersediaan rumah. Rusunawa dinilai sebagai alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan hunian yang nyaman dan murah. Mantan Kepala Dinas Pertamanan inin mengakui, kebutuhan rumah cukup tinggi. Saat ini, rumah di Kota Mataram baru tersedia sekitar 80 ribu unit. Ada kekurangan sekitar 20 ribu unit. (cem)