Tambah Libur, TKD 22 ASN akan Dipotong

Hj. Baiq Evi Ganevia (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 22 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkot Mataram akan dipotong tunjangan kinerja daerah (TKD)-nya. Pemotongan ini akibat absen saat hari pertama masuk kerja pascalibur yang merupakan cuti bersama.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, 22 ASN tersebar di 13 kelurahan, satu kecamatan dan enam organisasi perangkat daerah. Antara lain, Kelurahan Selagalas, Dasan Agung Baru, Punia, Monjok Timur, Ampenan Tengah, Dasan Agung, Karang Baru, Karang Taliwang, Pagesangan Timur, Pagutan Barat, Ampenan Selatan. Berikutnya, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Dinas Lingkungan Hidup.

Baca juga:  209 PNS Pemprov Pensiun, Usulan Formasi Pertimbangkan Kemampuan Fiskal Daerah

Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia menyampaikan, dari 22 ASN yang tidak hadir di hari pertama masuk kerja, umumnya mereka yang sering kali menjalani sidang indisipliner. Rupanya, mereka kembali berulah dan akan dikenakan sanksi. “Dari data diberikan BKPSDM ternyata orangnya itu–itu saja yang bikin masalah,” kata Evi ditemui, Selasa, 11 Juni 2019.

Sebagian besar ASN itu telah diberikan teguran maupun sanksi. Tim indisipliner kata Evi, akan kembali mengklarifikasi alasan mereka tidak hadir. Mereka tetap akan mendapatkan sanksi berupa pemotongan TKD. “Pemotongan TKD itu otomatis,” tegasnya.

Baca juga:  Tambah Libur, 34 ASN Disanksi Ganda

Bentuk sanksi yang memberikan efek jera sejauh ini belum dipikirkan oleh Pemkot Mataram. Kata Evi, tergantung dari kebijakan pejabat pembina kepegawaian menjatuhkan sanksi kepada ASN yang malas. Dari kajian dan telaah tim akan disampaikan ke kepala daerah.

Sementara itu, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh saat inspeksi mendadak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, berjanji akan menindak tegas ASN yang menambah libur. Sanksi itu akan dijatuhkan sesuai diatur oleh peraturan perundang – undangan. “Yang tidak masuk hari ini saya akan berikan sanksi,” tegasnya. (cem)