Mendesak, Pembentukan Satgas Khusus TPPO

Agus Patria (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Jaringan perdagangan orang punya banyak macam jalur. Para pelaku baik pengirim dari NTB atau penerima di negara tujuan merupakan jaringan terorganisasi. Korban-korbannya diberangkatkan secara perorangan tanpa dokumen lengkap.

Pelaku dapat upah per setiap korban yang sukses terkirim. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB H.  Agus Patria menengarai bahwa pemberangkatan warga NTB sebagai korban TPPO melibatkan banyak pihak. “Ini sebuah jaringan mafia. Ini terorganisir. Mereka punya modal, punya uang. Tempat penampungannya pun di hotel bintang,” ungkapnya.

Ditambah lagi, penempatan TKI ke Timur Tengah masih dalam masa moratorium. Dia memastikan penempatan para korban ilegal. Demikian juga proses pemberangkatannya. Kepala BP3TKI Provinsi NTB Yohannes Selan menambahkan, para pelaku TPPO memakai pendekatan keluarga. “Sehingga korban ini gampang dikelabui,” bebernya.

Baca juga:  TPPO Arab Saudi, Korban PMI Terkatung-katung Sebelum Meninggal

 

Agus menyebut sudah menyusun peta konsep pencegahan dan penindakan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan membentuk satuan tugas khusus. Nantinya satgas bertugas dan bertanggung jawab ke Gubernur NTB. “Ini tujuannya untuk penindakan agar kepolisian bisa lebih cepat dengan informasi yang dikumpulkan terpadu dalam satgas tersebut,” kata mantan Inspektur Inspektorat Provinsi NTB.

Satgas tersebut tak hanya jadi medium tukar informasi tetapi juga implementasi perlindungan warga NTB dari potensi menjadi korban TPPO. Satgas yang masih di angan-angan ini, imbuh Agus, nantinya bakal diisi instansi seperti Imigrasi, BP3TKI, Polda NTB, Kejaksaan Tinggi, dan lembaga bantuan hukum TKI.

Baca juga:  Pengiriman TKI ke Timur Tengah Dibuka Lagi

“Segera kita ajukan anggaran di Pemprov. Ini mendesak dibentuk Satgas karena tidak mungkin kita ini kerja sendiri sendiri. Mari kita berkumpul di bawah naungan Gubernur,” pungkasnya. Sementara Selan berpendapat Satgas menjadi langkah untuk mencegah sebelum TPPO terjadi. “Modusnya ini kan mereka berangkat sendiri-sendiri. Penempatan seperti ni terselubung. Langkah paling tepat adalah harus ada Satgas,” tandas Selan. (why)