BMKG Jelaskan Suara Gemuruh saat Gempa Magnitude 4,3 di Lombok

Titik koordinat gempa Sabtu, 4 Mei 2019 malam yang disertai gemuruh membuat warga panik. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gempa dengan magnitude 4,3 mengguncang Lombok, Sabtu , 4 Mei 2019. Getaran gempa disertai gemuruh membuat warga panik dan keluar rumah. Suara gemuruh disebabkan gerakan seismik tanah saat terjadi guncangan.

Warga yang panik berhamburan keluar rumah. Saat kejadian, warga sebagian besar sedang beristirahat. Karena takut gempa susulan, warga memilih tidur di teras dan halaman rumah.
Gempa terjadi pukul 22.20 Wita, wilayah Lombok Utara diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan magnitude 4,3.

Episenter terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,05 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 13 km Barat Daya Lombok Utara-NTB, pada kedalaman 17 km.

Baca juga:  Tanggapan Kapolda NTB Soal Dana Gempa Dibawa Kabur Aplikator

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas sesar aktif, hasil interaksi sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Trust), ” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto.

Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Lombok Utara dan Mataram IIII-IV MMI, Lombok Barat dan Lombok Tengah III MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Terkait suara gemuruh, ia memberi gambaran, pada saat terjadi gempabumi getaran yang dirasakan berasal dari gelombang seismik atau gelombang rambat di dalam bumi.

Baca juga:  Polda NTB Tangani Lima Kasus Dugaan Penyimpangan Dana RTG

“Gelombang yang merambat ada beberapa macam. Diantaranya gelombang P (gelombang primer), gelombang S (gelombang sekunder) dan gelombang permukaan. Masing-masing gelombang tadi memiliki kecepatan yang berbeda-beda pada media yang berbeda pula,” jelas Agus Riyanto.

Rumus kajian ilmiahnya, gelombang P tiba lebih dulu daripada gelombang S dan gelombang permukaan. Pada lapisan kerak bumi, kecepatan gelombang P +- 5-7 km/s sedangkan. Gelombang S +- 3-4 km/s dan gelombang permukaan +- 2-4 km/s.

“Nah, bunyi gemuruh yang terdengar lebih dahulu tersebut adalah gelombang P yang datang lebih awal diikuti oleh gelombang S dan gelombang permukaan,” paparnya. (ars)