Interupsi Hingga Blokade Jalan Warnai Rekapitulasi KPU Dompu

Proses pleno rekapitulasi perolehan suara Pilpres dan Pileg 2019 di KPU Dompu, Jumat,  3 Mei 2019  yang diwarnai ketegangan antarsaksi. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Rekapitulasi perolehan suara hasil Pilpres dan Pileg di tingkat KPU Dompu diwarnai aksi interupsi dari para saksi. Aksi ini berlanjut di luar ruangan dari massa pendukung calon anggota DPRD Kabupaten yang merasa dirugikan hingga melakukan aksi blokade jalan di Ranggo Kecamatan Pajo dan simpang Kandai Dua Dompu.

Ilham Yahyu, S.Pd ketua Partai Berkarya Dompu sejak hari pertama rekapitulasi, Kamis,  2 Mei hingga hari kedua, Jumat,  3 Mei 2019 terus melakukan interupsi terkait DPK atau pemilih yang menggunakan hak pilih menggunakan KTP elektronik yang dinilai cukup besar dan dicurigai bermasalah. Bahkan penggunaan DPK di Kelurahan Kandai Dua hingga 566 orang atau 40 – 52 orang per TPS. “Begitu juga dengan di Riwo. Pemilih dalam DPK sama dengan jumlah yang tidak hadir dalam DPT. Ini seolah diatur dan patut dicurigai. Apalagi peti ini menginap di kelurahan Kandai Dua sampai 2 malam,” kata Abdul Hafid, saksi dari PAN, Jumat,  3 Mei 2019.

Suherman alias Romo yang mendapat kesempatan bicara di rapat pleno rekapitulasi KPU Dompu, Jumat kemarin juga meminta konsistensi KPU Dompu terhadap kesepakatan di tingkat PPK Kecamatan. Karena di PPK Kecamatan Woja, ada kesepakatan dan diamini komisioner KPU Dompu bahwa TPS 8 Kelurahan Montabaru akan dibuka saat rekapitulasi di tingkat Kabupaten. Karena ada dugaan di TPS tersebut bermasalah.

Massa pendukung Hanafi, caleg dari Partai Gerindra dapil Dompu 2 Kecamatan Woja terlihat konsentrasi di jalan depan kantor KPU Dompu. Mereka menuntut agar TPS 8 ini dibuka dan dihitung kembali surat suaranya karena diduga ada masalah yang membuat perolehan suara Syafruddin, STP lebih banyak. Apalagi selisih peroleh Hanafi dan Syafruddin hanya lima suara dengan keunggulan Syafruddin.

Ketua KPU Dompu, Drs. Arifuddin yang memimpin pleno rekapitulasi tetap melanjutkan proses rekapitulasi. Karena keberatan

agar TPS 8 Kelurahan Montabaru dibuka tersebut disampaikan setelah pleno rekapitulasi tingkat Kecamatan Woja selesai dilakukan. Selain itu, saksi dari Partai Gerindra, Jamaluddin, tempat Hanafi bernaung tidak keberatan atas hasil rekapitulasi di Kecamatan Woja.

Kekecewaan massa pendukung Hanafi ini berlanjut dengan melakukan aksi blokade jalan di persimpangan Kandai Dua. Aksi massa ini tidak berlangsung lama, karena dibuka sendiri oleh massa bersama aparat keamanan.

Pada hari pertama rekapitulasi tingkat KPU Dompu, massa pendukung M Zaharuddin, S.Sos, Caleg dari Partai Golkar dapil Dompu 1 meliputi Kecamatan Dompu, Pajo dan Huu. Massa merasa kecewa karena tuntutannya soal dugaan penggeseran perolehan suara caleg tertentu di internal partai dan hilangnya perolehan suara M. Zaharuddin. Namun kasus ini sudah dilaporkan ke Bawaslu Dompu dan sedang diproses Bawaslu.

Kendati melakukan interupsi dan keberatan, para saksi rata – rata tidak keberatan atas hasil perolehan masing – masing partai yang dibacakan oleh masing – masing PPK Kecamatan. Pada hari pertama, rekapitulasi dilakukan untuk Kecamatan Dompu, Pajo, dan Huu (dapil Dompu 1), Pekat dan Kempo (dapil Dompu 4). Hari kedua dilakukan untuk PPK kecamatan Woja (dapil Dompu 2), PPK Kecmatan Kilo dan Manggelewa (dapil Dompu 3).

Tidak ada penggeseran perolehan suara, baik untuk Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Dompu. Untuk DPRD Kabupaten Dompu, Partai Nasdem masih mendominasi dengan akumulasi suara 19.568, diikuti PPP dengan 14.990 suara, Partai Gerindra 14.887 suara, dan PKB 11.972 suara. Kendati meraih suara terbanyak kedua, PPP hanya bisa mengirimkan 3 orang wakilnya dari 4 dapil yang ada yaitu dapil Dompu 1, Dompu 2, dan Dompu 4. Sementara Partai Nasdem, Partai Gerindra, dan PKB bakal mengirimkan 4 orang wakilnya.

Untuk kursi DPRD lainnya bakal diisi oleh Partai Golkar, dan Demokrat yang memperoleh masing – masing 3 kursi bersama PPP. Yang bakal meraih 2 kursi yaitu PKS, PBB, dan Hanura, serta yang bakal meraih 1 kursi yaitu PAN, PDI-P dan Partai Berkarya. (ula)