Kapasitas Balai Sosial Terbatas

Ahsanul Khalik (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Sosial (Disos) akan melakukan perbaikan balai sosial yang ada di daerah ini. Sehingga balai sosial menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat lanjut usia (lansia)  maupun anak-anak telantar yang ditampung di panti sosial milik Pemda.

Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH mengatakan, beberapa balai sosial milik Pemprov yang ada di NTB akan diperbaiki gedungnya. Setelah gedung diperbaiki, akan dilanjutkan dengan perbaikan halaman dan lainnya. Sehingga penghuni balai sosial betah dan nyaman.

‘’Kita berharap, untuk mencapai ke arah itu, ada hal-hal yang menjadi perhatian kita di bidang anggaran. Karena bagaimanapun, Pemprov bukan hanya memperhatikan ini. Tetapi karena sudah menjadi kebijakan Pak Gubernur, maka tahun-tahun berikutnya secara bertahap tentu kita akan anggarkan di semua balai sosial yang ada,’’ kata Khalik di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika, Jumat, 3 Mei 2019.

Baca juga:  Hj. Niken : Guru PAUD adalah Orang-orang Terpilih

Ditanya apakah masih ada balai sosial yang distigmakan oleh masyarakat menjadi tempat buangan? Khalik mengatakan hal seperti itu sudah tidak ada lagi. Bahkan ada beberapa orang yang cukup mampu. Ketika sedang kerja, menitipkan orang tuanya yang sudah lansia di BSLU Mandalika. ‘’Pagi sampai siang dia titip orang tuanya di sini. Kemudian setelah pulang kantor, orang tuanya dijemput,’’ ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah lansia telantar yang berada di BLSU Mandalika sebanyak 35 orang yang benar-benar sudah tak punya keluarga. Sedangkan anak telantar di NTB mencapai 16.000 orang. Tetapi Khalik mengatakan, sebenarnya mereka bukan telantar. Tetapi mereka berada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang ada di kabupaten/kota.

‘’Mereka adalah anak-anak tidak mampu yang kemudian diasuh oleh LKSA. Dan ada juga yang diasuh di Balai Sosial kita. Baik yang ada di Monjok dan Selat,’’ ujarnya.

Baca juga:  Hj. Niken Raih Penghargaan Bunda PAUD Tingkat Nasional

Sedangkan orang tua jompo atau lansia yang berada di BSLU Mandalika sebanyak 85 orang. Kemudian di BSLU Meciangi Bima sebanyak 80 orang. Khalik mengatakan memang masih banyak lansia yang antre masuk ke BSLU.

Ia menyebut kapasitas BSLU sebanyak 100 orang lansia. Namun akibat keterbatasan anggaran maka yang ditangani sekitar 80 orang.

‘’Dan ada space kita kosongkan karena setiap tahun itu masih kita menemukan lansia telantar di jalanan. Penuh atau tidak penuh balai, dia harus masuk,’’ katanya.

Khalik menambahkan keberadaan balai sosial lansia dan anak telantar di kabupaten/kota sangat penting. Saat ini baru Pemprov yang memilki balai sosial. Bupati/walikota didorong membangun balai sosial untuk menampung anak dan lansia telantar. (nas)