Wagub : Fungsi Posyandu Harus Direvitalisasi

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Posyandu berperan penting sebagai pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana. Kegiatan Posyandu dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan.

Hanya saja, dalam pelaksanaan pemanafaatan Posyandu belum dilakukan secara maksimal. Selama ini Posyandu hanya dimanfaatkan sebagai media untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi dan balita.

Padahal menurut Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Posyandu mempunyai peran dan fungsi lebih dari itu semua. Seperti sebagai wadah untuk mensosialisasikan program-program pemerintah daerah.

Baca juga:  Dompu Raih Kabupaten Terinovasi tahun 2019

‘’Di NTB kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan itu Posyandu. Kalau kita berpikir kita revitalisasi Posyandu dalam arti yang sebenarnya. Di situ ada pemeriksaan kesehatan dasar sejak bayi sampai besar,’’ ungkap Rohmi, Sabtu (23/2).

Selain itu, saat di Posyandu berlangsung harusnya juga dimanfaatkan untuk dilakukan konsultasi kesehatan tidak saja terkait dengan kondisi kesehatan bayi dan balita. Namun juga kesehatan remaja dan orangtua.

‘’Bisa dilakukan, kemudian ada pemberian makanan tambahan, kemudian ada penyuluhan kesehatan, tapi tidak hanya kesehatan tapi bisa yang lain,’’ ungkapnya.

Baca juga:  Dompu Raih Kabupaten Terinovasi tahun 2019

Sebagai contoh lain misalnya penyuluhan soal larangan buruh migran. Di sana mereka bicarakan konsekwensi apa yang akan didapat masyarakat jika menjadi buruh migran, kenapa tidak boleh ada buruh migran. Selain itu, ada juga misalnya soal pernikahan dini.

‘’Jadi fokus di dusun itu sosialisasi penyuluhan pernikahan dini. Saya bisa bayangkan kalau Posyandu kita benar benar aktif setiap bulan,’’ katanya.

Meski demikian kata Rohmi, semua upaya tersebut memang harus berbasis data. Kecenderungan kita jarang sekali mengeksekusi program berdasarkan data. (dys)