NTB Minta Tambahan Kuota Haji ke Pusat

Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Nasruddin (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB tengah mengupayakan penambahan kuota haji tahun 2019 ke pemerintah pusat. Menyusul adanya tambahan sekitar 10 ribu kuota haji dari pemerintah Arab Saudi bagi Indonesia pada musim haji tahun ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Nasruddin, S.Sos.M.Pdi., kepada Suara NTB, Sabtu, 5 Januari 2019.

Diakuinya, untuk kuota haji NTB sendiri memang sudah ditetapkan sekitar 4.510 orang. Sama dengan kuota haji tahun sebelumnya. Namun pihak Kemenag NTB mengaku masih ada peluang untuk bisa menambah kuota haji tersebut. Karena ada kuota tambahan yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi bagi Indonesia.

“Inilah yang tengah kita upayakan. Bagaimana supaya NTB bisa memperoleh kuota haji tambahan tersebut,” ujarnya. Mengingat, daftar antrean haji di NTB cukup panjang. Mencapai 28 tahun. Sehingga dengan kuota tambahan tersebut bisa memangkas daftar antrean haji di NTB. Terutama haji reguler.

Sehingga pihaknya berharap jika memang ada tambahan kuota haji nantinya, kuota haji reguler yang ditambah. Bukan kuota haji khusus. Karena kalau kuota haji khusus yang ditambah, sama saja tidak akan mengurangi daftar tunggu haji regular NTB. “Mari kita berdoa bersama, semoga NTB bisa dapat kuota tambahan haji reguler dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Untuk pemberangkatan haji NTB tahun ini, direncanakan tanggal 6 Juli mendatang. Dengan kelompok terbang (kloter) sebanyak 10 kloter. Jadi tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya. Kecuali kalau ada kuota tambahan itu nantinya, bisa-bisa kloter haji NTB bertambah.

Adapun untuk kuota haji Lombok Tengah (Loteng) tahun ini, Kepala Kemenag Loteng, H. Hariadi Iskandar, menyebutkan ada penambahan sekitar 15 orang dari kuota tahun sebelumnya. Yakni sebanyak 776 orang. Yang kemungkinan akan dibagi dalam tiga kloter. Satu kloter penuh dua kloter campuran.

Untuk pemberangkatan tahun ini, jemaah calon haji yang tahun lalu gagal berangkat, menjadi prioritas. Di mana ada belasan orang yang gagal berangkat tahun lalu. Dengan beberapa alasan. Ada yang karena memang sengaja menunda keberangkatan karena ingin menunggu pasangan. Ada juga yang gagal berangkat karena tidak bisa melunasi sisa ongkos naik haji.

Nah untuk berapa besaran ongkos haji tahun ini belum bisa ditentukan. Karena masih harus menunggu penetapan dari pemerintah pusat,” pungkas Iskandar. (kir)