Selama Ramadhan, Jam Kerja ASN Dikurangi

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram memberikan kelonggaran jam kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkot Mataram. Sedianya masuk kerja pukul 07.00 Wita, dimundurkan satu jam atau pukul 08.00 Wita selama bulan puasa Ramadhan.

Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Kota Mataram, I Nyoman Suandiasa, Senin, 14 Mei 2018 menjelaskan, kebijakan jam kerja berdasarkan surat edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil dan Reformasi Birokrasi Nomor 336 Tahun 2018 tentang penetapan jam kerja aparatur sipil negara, TNI dan Polri selama Ramadhan.

Baca juga:  Tak Laksanakan Rekomendasi KASN, Dua Kepala Daerah Terancam Kena Sanksi

Dalam peningkatan kualitas pelaksanaan ibadah diatur jam kerja bagi ASN di lingkup Pemkot Mataram. Sedianya pegawai masuk pukul 07.00 Wita, dimundurkan satu jam.

Dijelaskan, pada jam kerja Senin – Kamis masuknya pukul 08.00 Wita. Pulang pukul 15.00 Wita. Sementara pada hari Jumat masuk pukul 08.00 Wita, pulangnya jam 16.00 Wita. “Ada pemangkasan jam istirahatnya,” kata Nyoman.

Ditambahkan, jam kerja selama Ramadhan 32,50 jam selama perminggu. Ini ada pengurangan dari jam kerja normal seperti biasanya. Di sampingi itu, ada toleransi tidak ada apel pada hari Senin. Pimpinan organisasi perangkat daerah yang melaksanakan apel di depan atau ruang kantor dengan mempertimbangkan jam kerja. “Selama Ramadhan tidak ada apel hari Senin,” ucapnya.

Baca juga:  Terjerat Narkoba, ASN Pemkot Mataram Terancam Diberhentikan

Berbeda halnya dengan OPD yang sifatnya pelayanan umum seperti rumah sakit dan Puskesmas. Pimpinan OPD dan unit kerja diminta mengatur penugasan pegawai, sehingga pemberian pelayanan umum kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Baca juga:  Sistem Kerja ASN di Mataram Diatur Bergantian

Dia menegaskan, kebijakan mengurangi jam kerja pegawai diharapkan ASN tidak bermalas – malasan bekerja selama Ramadhan.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono mengaku belum menerima surat edaran dari Bagian Ortal Setda Kota Mataram. Tetapi pada prinsipnya, edaran ini akan ditindaklanjuti dengan mengirim edaran kembali ke masing-masing OPD. “Kalau kami tinggal mengeksekusi saja,” tambahnya. (cem)