Petani Jagung di Dompu Keluhkan Permainan Timbangan dan Kadar Air

Dompu (Suara NTB) – Petani jagung Dompu mengeluhkan kondisi timbangan para pengusaha jagung di Dompu yang diduga tidak normal. Begitu juga dengan kadar air jagung, petani juga sering dipermainkan pengusaha untuk meraih keuntungan.

Kondisi ini juga diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Dra Hj Sri Suzana, M.Si saat dihubungi Suara NTB, Minggu, 6 Mei 2018. “Saat kami sosialisasi soal rokok illegal di Pajo dan Huu, itu (soal timbangan dan kadar air) yang mereka keluhkan. Tapi ndak ada daya sementara ini,” kata Hj Sri Suzana.

Ia mengaku, tahun 2018 ini pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat pengukur timbangan (tera). Sejatinya, tera timbangan dilakukan setahun sekali. Tapi di NTB, tera timbangan hanya milik Pemerintah Kota Mataram.

Untuk memobilisasi alat tera ke Dompu membutuhkan anggaran dan pihaknya tidak bisa menarik biaya dari pihak ketiga karena belum ada Perdanya.

“Pengadaan tera ini untuk melindungi konsumen, termasuk menertibkan alat di pasaran. Provinsi juga merespon ini (soal tera), karena permainan timbangan ini banyak dikeluhkan,” ungkap Hj Sri Suzana.

Zaenab petani jagung di Kempo beberapa waktu lalu mengaku, membawa jagung yang dijual langsung di pengusaha jagung di Manggelewa. Berat jagungnya rata per karungnya 104 kg. Tapi beberapa petani juga mendapatkan berat hingga 135 kg per karung saat di luar.

“Harga memang bagus, tapi beratnya ndak terlalu banyak. Di luar, terkadang beratnya bagus, harganya yang kurang,” katanya. (ula)

  Polda NTB Legowo Kasus K2 Dompu Diambil KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here