Banjir Landa Enam Desa di Sape

Bima (Suara NTB) – Hujan deras mengguyur Kecamatan Sape dua hari terakhir, menyebabkan enam desa di wilayah setempat mengalami banjir. Akibatnya tanaman pertanian rusak yang mencapai sekitar ratusan hektar.

Camat  Sape Kamaluddin S.Sos mengatakan banjir yang menerjang Kecamatan setempat terjadi pada Selasa, 20 Februari sore dan Rabu, 21 Februari 2018. Banjir Selasa merendam enam Desa, yakni Desa Sari, Jia, Tanah Putih, Boke, Parangina dan Sangia.

“Sementara Rabu Sore ini hanya melanda Desa Tanah Putih dan Parangina,” katanya.

Dikatakannya, meski tidak merendam pemukiman warga. Genangan banjir tersebut merendam lahan pertanian warga dan merusak tanaman padi, jagung dan bawang merah.

Untuk sementara, lanjutnya, pihaknya masih melakukan pendataan untuk dilaporkan kepada Dinas teknis terkait. Selain itu, kerusakan dan kerugian yang dialami warga diprakirakan mencapai puluhan juta. Terutama yang menimpa petani bawang merah.

“Banyak bawang merah yang baru dipanen rusak dan sebagiannya dibawa air banjir,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Taufik Rusdi ST MT, mengatakan banjir yang melanda di Kecamatan Sape merupakan banjir kiriman dari pegunungan wilayah Wawo.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Diseprbun) Kabupaten Bima, Ir. Indra Jaya mengataka, tercatat ada sekitar 175 hektar ratusan lahan pertanian warga yang rusak.

“Rinciannya 157 hektar lahan padi, 14 hektar lahan bawang merah dan 4 hektar tanaman jagung,” pungkasnya. (uki)

  DPRD KSB Tagih Janji Audit Investigasi Perusda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here