Gempa Filipina 7,1 SR, Apa Dampaknya untuk NTB?

Ilustrasi Gempa

Mataram (Suara NTB) – Gempa berkekuatan 7,1 SR mengguncang Filipina dan sekitarnya, hari ini. Pasific Tsunami Warning Center milik The National Weather Service dari Amerika Serikat pun merilis peringatan tsunami untuk wilayah di sekitar Filipina dan Indonesia.

Lantas, apakah gempa tersebut akan berpotensi memicu terjadinya gempa di NTB? Berikut penjelasan Sekretaris Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengda Nusa Tenggara, Kusnadi.

Menurut Kusnadi, gempa 7,1 SR pada kedalaman 69 km yang terjadi di Filipina hari ini secara posisi berada di bagian dalam dari pertemuan/tumbukan lempeng antara lempeng Filipina dengan lempeng Eurasia.

Walaupun secara magnitudo besar, secara posisi gempa ini dikategorikan sebagai gempa yang berada pada kedalaman menengah. Biasanya, gempa yang berpotensi tsunami berada pada kedalaman dangkal atau melampaui 60 km.

Baca juga:  Diduga Gelapkan Dana Gempa, Bendahara Pokmas Ditangkap

Menurutnya, secara sistem tektonik NTB dipengaruhi oleh tumbukan lempeng Australia dengan Eurasia di bagian Selatan. Yang menerus sampai perairan Maluku. “Jadi berbeda sistem dengan kejadian gempa di Filipina siang ini,” ujar alumnus

faculty of geo-information science (ITC) University of Twente Belanda ini.

Memang, ujar Kusnadi, kedua sistem tektonik ini bertemu di perairan maluku bagian timur atau kepala burung papua bagian barat. “Walaupun ada pengaruhnya ke sistem tetangganya tapi probabilitas untuk mentrigger gempa di sistem tektonik tetangganya sangat kecil,” tambahnya.

Dengan kata lain, sebenarnya tidak ada dampak yang terlalu berarti dari kejadian gempa tektonik di Filipina hari ini terhadap potensi kegempaan di wilayah NTB. Baik itu di bagian selatan (zona subduksi) dan bagian utara (sesar naik flores).

Baca juga:  Wapres : Rehab-Rekon di NTB Harus Tertangani Tuntas

“Di lain sisi, di selatan NTB dan utara Sumbawa punya sistem sendiri yang artinya memiliki potensi sendiri yang kita tidak tahu kapan akan melepaskan energinya. Oleh karena itu, kita tidak perlu terlalu khawatir dengan kejadian di tempat yang jauh sana. Yang perlu kita lakukan adalah persiapan atau mitigasi terhadap potensi gempa bumi di Selatan NTB yang kita tidak tau kapan terjadinya,” pungkas Kusnadi. (aan)