Puluhan Warga Kuta Terancam Digusur

KEK Mandalika (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Puluhan kepala keluarga (KK) yang saat ini masih mendiami lahan-lahan di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, kini terancam digusur. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan pun sudah melayangkan surat peringatan kepada warga, agar segera mengosongkan lahan yang ditempati paling lambat hingga 14 hari ke depan.

General Affair The Mandalika, I Gusti Lanang Bratasuta yang dikonfimasi Suara NTB, membenarkan kalau pihaknya sudah melayangkan surat peringatan kepada warga yang menempati lahan KEK Mandalika untuk segera mengosongkan lahan-lahan tersebut. Menurutnya, lahan-lahan ini akan segera dikembangkan, salah satunya lahan di HPL 47.

“Di lahan ini (HPL 47, red) akan dibangun beberapa fasilitas penunjang kawasan. Sehingga kita minta warga yang menempati lahan tersebut segera mengosongkannya,” jelasnya.

Kalau tidak, maka proses pembangunan fasilitas penunjang tidak akan bisa dilaksanakan. Belum lagi, lahan tersebut juga akan ditawarkan ke investor untuk dikembangkan, sehingga kalau belum dikosongkan, tentunya lahan initidak akan bisa dikembangkan.

Selaku pihak yang diberi kewenangan oleh negara untuk mengelola kawasan The Mandalika, pihaknya berharap bagaimana lahan-lahan yang ada bisa dikembangkan secepat mungkin. Dengan begitu, kawasan The Mandalika bisa segera berkembang seperti yang diharapkan dan bisa segera mendatangkan manfaatnya bagi masyarakat sekitar.

Terkait persoalan tersebut, Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., Jumat, 28 Desember 2018 mengaku akan segera bertemu dengan pihak ITDC guna membahas persoalan ini. Pemerintah daerah, ujarnya, berharap pihak ITDC bisa memberikan waktu bagi warga untuk mengosongkan lahan-lahan yang ditempati tersebut.

“Kalau sekarang warga diminta pindah, sementara warga belum punya tempat tinggal yang lain tentu itu bisa menimbulkan persoalan baru. Sehingga kita berharap pihak ITDC bisa memberikan waktu bagi warga untuk pindah sampai ada kejelasan soal tempat tinggal yang baru,” terangnya.

Terhadap warga yang menempati lahan-lahan di kawasan The Mandalika tersebut, ungkap Nursiah, pemerintah berencana membangun rumah susun sewa sederhana (rusunawa). Warga yang tinggal di rusunawa ini adalah warga yang tidak punya tempat tinggal.

“Untuk pembangunan rusunawa bagi warga di kawasan The Mandalika ini, direncanakan pada tahun 2019 mendatang. Jadi harapkan kita, ITDC bisa memberikan waktu. Paling tidak sampai pembangunan rusunawa ini dimulai. Sehingga warga sudah ada gambaran tempat tinggal baru, begitu meninggalkan lahan-lahan di kawasan The Mandalika,” terangnya. (kir)