Masuki Industri Pariwisata, Lantung Disulap Jadi Kampung Pelangi

SUDUT KAMPUNG - Camat Lantung, Iwan Sofyan memperlihatkan salah satu sudut Kampung Pelangi Lantung. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kecamatan Lantung Sumbawa kini tengah memasuki era industri pariwisata. Rintisannya telah dimulai sejak 2017 lalu, dengan menggelar Minifest Lenang India awal 2017 dan Festival Kampung Syahdu akhir 2017. Kini dilanjutkan dengan Festival Agrowisata Kampung Pelangi akhir 2018 yang kini telah mulai berbuah hasil. Lantung pun terus bergerak.

Dengan adanya berbagai event tersebut, Kecamatan Lantung telah memiliki bentuk Kegiatan dan Objek kepariwisataan yang bisa dijual. Mulai dari destinasi wisata alam berupa air terjun unik yang tersebar di hampir semua desa. Mulai dari Lampas Perung dan Guanya Liang Zamrud berada di Desa Padesa, Lampas Ado dan Lampas Sepukur di Desa Sepukur.  Kemudian Lampas Babalo dgn Model Air Terjun 5 tingkat yang memiliki karakter berbeda satu sama lain yang oleh Adventure dijuluki sebagai Grand Canyon nya Sumbawa.

Selain itu, juga di Sepukur memiliki Savanah indah Lenang Indah dan Arung Santek yang memukau mata dengan hamparan hijaunya memanjakan mata dan bisa menjadi arena Berkuda untuk wisata berkuda. Di Sepukur juga terdapat mata air belerang namun tidak panas (dingin) karena melewati celah bebatuan alam yang dingin. Terdapat 7 sumur dengan 3 warna dan rasa juga memiliki hamparan bebatuan kuning seperti emas. Sedangkan di Desa Lantung juga ada batu yang menyerupai ular raksasa yang menyeberangi sungai dan masyarakat menyebutkan Ble Bananung. Selain itu juga memiliki Batu Panimang di puncak Unter Lantung, serta juga terdapat Batu Liang Para. Di Desa Aimual juga terdapat Tiu Bangin yang indah sekali hanya 500 meter dari desa setempat.

“Serta masih banyak lainnya, Sungguh unik. Selain potensi budayanya, adat Sumbawa yang masih terpelihara,” terang Camat Lantung, Drs. Iwan Sofyan, kepada Suara NTB, Minggu, 16 Desember 2028.

Lantung juga mengembangkan wisata buatan. Yakni  Kampung Pelangi dan Kuliner Desa Aimual serta agrowisata Desa Lantungnya. Wisata Berkuda juga menjadi ikon utama lainnya dan yang unik juga Wisata Kabutnya. Hal ini didukung oleh keberadaan Homestay Ala Lantung. Dimana Rumah-rumah masyarakat yang memenuhi syarat hospitality (syarat kamar tidur dan kamar mandi, kebersihan, keindahan ) rumahnya. Tamu diajak menginap membaur dengan tuan rumah, makan bersama tuan rumah, mengikuti aktivitas masyarakat sehar-hari, atau menikmati Filtrip keliling destinasi-destinasi wisata yang ada di Lantung.

Tarif yang dikenakan bervariasi sesuai standar rumah namun juga berlaku tarif Family dengan sistem sumbangan tidak berdasarkan tarif tertentu. Makannya juga menikmati sajian makanan khas masyarakat sehari-hari. Mulai dari Jambarai Kele, Paya Kela Tumis, Paya Santan, Sayuran bening lainnya, Rebung bambu, Pudak owe, Pindang Blek, Kokang Kela, Belud Pelcing/Pepes, dan lainnya. Pengelolaan Kampung Wisata ini oleh BUMDes.

“BUMDes yang pasarkan. Kita juga menyiapkan jasa Pemandu Wisata. Sebanyak 25 anak-anak siswa SMPN 1 Lantung terlatih menjadi Pemandu Wisata / Tour Guide ini dan mereka juga akan mendapatkan Jasa baik langsung dari Fee oleh tamu maupun nantinya dari BUMDes yang akan terus kita buat polanya sesuai kesepakatan bersama,” sebut Iwan.

Menurut Iwan, ada beberapa paket wisata yang ditawakan. Diantaranya, Familiy Camp disiapkan arena Camping Ground buat keluarga dan grup.  Kemudian, eduwisata bagi sekolah-sekolah pelajar mulai SD, SMP, SMA, dan PT terkait Pengelolaan Agrowisata. Berikutnya ada outbond dengan keluarga, kantor-kantor. Serta banyak paket-paket lainnya.

Untuk optimalisasi dan keberlanjutan pengelolaan kepariwisataan, pihaknya telah menganggarkan program program pelatihan bagi para pelaku Pariwisata. Misalnya pelatihan Pengelolaan Homestay, Handmade, Kompos, Pembibitan, Pemandu Wisata, Kuliner dan lainya. Bahkan tahun depan menyiapkan dana stimulan bagi pembenahan kamar mandi dan penataan ruang tidur bagi rumah-rumah yang layak sebagai homestay tanpa meninggalkan entitas lokal dan tradisinya.  Sehingga peluang-peluang pengembangan kepariwisataan Lantung akan terus didorong melalui kerjasama dengan travel agent. (arn)