Hasil Seleksi CPNS 2018, Ratusan Pelamar Gugur Jadi PNS Pemprov NTB

Kepala BKD NTB, H. Fathurahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Pemprov NTB telah berakhir Minggu, 9 Desember 2018. Nama-nama pelamar yang sudah dinyatakan lulus menjadi PNS sudah dikantongi Panselnas dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dari 823 pelamar yang ikut SKB, mereka memperebutkan 358 formasi CPNS Pemprov 2018. Dari 433 formasi yang diperoleh Pemprov NTB, sebanyak 75 formasi yang lowong atau tak terisi karena tak ada pelamar yang mendaftar. Sebagian besar yang tak terisi adalah formasi dokter spesialis dan guru mata pelajaran.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurahman, M. Si menjelaskan, dari hasil tes SKB sudah diketahui nama-nama pelamar yang akan menjadi PNS Pemprov. Namun, nama-nama pelamar yang lulus menjadi PNS tersebut nantinya akan diumumkan oleh Panselnas dan BKN.

Dalam pelaksanaan tes SKB yang dilaksanakan 8-9 Desember 2018, sebanyak 22 peserta yang tak hadir. Dari 823 peserta yang berhak ikut tes SKB, sebanyak 801 orang yang hadir. Dengan melihat hasil tes SKB, ratusan pelamar gugur menjadi PNS Pemprov.

Baca juga:  Rekrutmen P3K Direncanakan Pertengahan Agustus

Karena formasi yang terisi sebanyak 358 formasi. Dari 801 pelamar yang ikut tes SKB, hanya 358 orang yang sudah pasti akan menjadi PNS Pemprov. Sementara sisanya otomatis gugur.

‘’Secara proses tak ada masalah, aman, lancar. Tentunya kita Pemprov sudah tahu nilainya. Tinggal nanti ada integrasi nilai sesuai Permenpan 61/2018. Integrasi nilai SKD (Seleksi Kompetensi Dasar)  dan SKB,’’ kata Fathurahman dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 10 Desember 2018.

Dalam tes SKB, sebut Fathurahman nilai tertinggi yang diperoleh peserta sebesar 395. Dalam tes SKB tak menggunakan passing grade, tetapi skor untuk masing-masing tes SKB. ‘’Dalam SKB itu tediri dari beberapa komponen bidang. Yang sudah dikompilasi. Sehingga menjadikan skornya sekian,’’ jelasnya.

Baca juga:  Rekrutmen CPNS 2019 Dimulai Oktober

Meskipun 358 formasi sudah dipastikan terisi, namun formasi yang lowong seperti guru mata pelajaran berpotensi akan terisi. Fathurahman menjelaskan berdasarkan Permenpan 61/2018, untuk formasi yang bersesuaian yang tak terisi, dapat diisi oleh peserta ranking kedua.

‘’Ketika ada satu formasi lulus dua orang, sementara satu formasi di lokasi berbeda tak ada memenuhi syarat. Ranking dua di formasi pertama dialokasikan ke lokasi yang berbeda tapi formasi yang bersesuaian,’’ katanya.

Khusus untuk formasi dokter spesialis dan tenaga kesehatan yang lowong sebanyak 45 formasi kemungkinan sudah tak bisa terisi. Karena formasi-formasi tersebut tak ada pelamar yang mendaftar. ‘’Kalau formasi guru masih ada peluangnya untuk diisi,’’ pungkasnya. (nas)