Kajian FS Jalan Lembar – Kayangan Dilanjutkan

Kepala Dinas PUPR NTB, Wedha Magma Ardi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kajian feasilibility study (FS) rencana pembangunan jalan layang port to port dari Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar) – Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur (Lotim) belum bisa tuntas tahun 2018.  Kementerian PUPR akan melanjutkan kajian FS jalan layang Lembar – Kayangan tersebut pada 2019 mendatang.

‘’Jalan port to port masih FS. Belum selesai FS-nya, masih proses. FS-nya mullti years,’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardi, MTP dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 9 Desember 2018 siang.

Ardi menjelaskan, kajian FS rencana pembangunan jalan layang sepanjang 103 Km tersebut dilakukan selama dua tahun anggaran. Yakni tahun anggaran 2018 dan 2019. Kajian FS rencana pembangunan jalan yang dijanjikan Presiden Jokowi saat pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 itu dilakukan bersamaan dengan kajian FS jalan lainnya yang dibangun di provinsi lain.

Baca juga:  ‘’Groundbreaking’’ Bendungan Meninting Tetap Jalan

Melihat perkembangan pariwisata NTB, Kementerian PUPR menyatakan bahwa memang perlu penyiapan infrastruktur yang memadai. Pasalnya, akan banyak wisatawan yang berkunjung di NTB.

Pembangunan jalan Lembar – Kayangan harus segera dibuat, apakah berbentuk tol atau by pass. Pemprov menginginkan supaya ada kombinasi antara jalan tol dan by pass.

Hal ini untuk mengurangi beban pemerintah pusat. Artinya pada ruas-ruas tertentu yang bankable dibuat jalan tol oleh investor. Kemudian pada ruas lainnya yang tidak bankable dibuat jalan by pass oleh pemerintah.

Baca juga:  Tiga Proyek Strategis di NTB akan Dijamin BUMN

Pembangunan jalan layang Lembar – Kayangan  sepanjang 103 km itu diperkirakan akan menelan anggaran Rp 4,5 – 5 triliun. Masterplan atau FS dan DED merupakan tanggung jawab Kementerian PUPR.

Pemerintah daerah hanya bertanggung jawab membuat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Jalur pembangunan jalan ini ada dua alternatif, yakni dari Lembar menyusuri pantai sampai Kota Mataram kemudian dibuat elevated high way sampai Lotim.

Kemudian, alternatif yang kedua, akan dibangun existing dari Lembar sampai Turide Kota Mataram. Kemudian ke utara, selanjutnya dibuat elevated high way sampai ke Lotim. (nas)