NTB Darurat Banjir dan Tanah Longsor

Ilustrasi Longsor di NTB. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Dalam beberapa hari terakhir NTB diguyur hujan lebat disertai petir. Bencana lain yang menyertainya berupa banjir dan tanah longsor, terjadi di beberapa wilayah di NTB.

Hujan sebelumnya tak kunjung reda sejak Jumat, 7 Desember 2018 sekitar pukul 17.00 Wita hingga Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Hujan deras  mengakibatkan beberapa titik di Kota Mataram dan Lombok Barat terendam banjir. Sungai sungai meluap. Bahkan banjir menelan korban jiwa.

Seperti yang dilaporkan di Dusun Medas Kecamatan Gunung Sari, dua orang dikabarkan hilang terseret arus.  Korban Rosidi (40) dan Lukman Karianto (14) berstatus ayah dan anak diduga terseret arus saat banjir Jumat (7/12) lalu dan hingga kini masih dalam pencarian Basarnas.

Tak hanya korban jiwa, sejumlah rumah hanyut terseret air bah yang menerjang. Banjir juga menerjang Dusun Guntur Macan, masih di kawasan Gunung Sari.

Selain di Lombok, banjir bandang juga menerjang Sumbawa Besar. Luapan air berasal dari Sungai Karang Lagenti yang melintas di Empang. Sejumlah desa terendam, seperti Desa Jotang Beru, Jotang, Empang Atas, Empang Bawah, Pemanto, dan Bunga Eja menjadi wilayah terdampak.

Hanya jarak sehari sebelumnya atau Kamis lalu, banjir juga terjadi di Bima dan Dompu.

Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah  termasuk di Dompu, menyebabkan banjir di beberapa titik. Di Kabupaten Dompu salah satunya, banjir terjadi di Desa Soro, Kecamatan Kempo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Imran Hasan, mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Soro tak lepas dari hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (6/12) sejak pukul 13.35 Wita hingga 16.05 Wita. Banjir menggenangi permukiman masyarakat di Desa Soro.

Baca juga:  Dua Mahasiswa Jadi Korban, Warga Diminta Waspadai Bencana Musim Hujan

‘’Akibat peristiwat tersebut sejumlah material (sampah) tertahan di dua jembatan, air meluap di sejumlah ruas jalan dan menggenangi rumah serta merusak sejumlah titik jalan,’’ ujar Imran, Jumat (7/12).

Imran menambahkan, terdapat dua rumah panggung yang nyaris hanyut dan satu rumah permanen terancam ambruk karena longsoran tanah tebing. Sementara 50 rumah dilaporkan terendam banjir. BPBD Dompu, lanjutnya, telah memberikan bantuan berupa selimut hingga mie instan.

Kondisi serupa juga dialami Kota Bima. Kepala BPBD Kota Bima Syarafuddin mengatakan, banjir menggenangi puluhan rumah di RT 2 dan RT 3 Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, pada Kamis (6/12). Hujan dengan intensitas tinggi memang melanda Kota Bima sejak pukul 13.05 Wita.

‘’Material batu dan lumpur menutupi jalan raya dan saluran air,’’ ucap Syarafuddin.

Pihaknya telah melakukan pembersihan

material batu dan lumpur yang dibantu masyarakat dan Satpol PP Kota Bima.

Selain bajir bandang, dikabarkan terjadi longsor di beberapa titik. Terutam titik akses menuju Lombok Utara. Yakni di jalur Pusuk Gunung Sari-Pemenang, dan jalur Senggigi.

‘’Karena curah hujan tinggi, kami prediksikan, banjir dan longsor masih akan terjadi,” kata juru bicara Aksi Cepat Tanggap (ACT), Muhammad Iqbal kepada Suara NTB, Minggu (9/12).

Dikhawatirkan korban akan bertambah, baik untuk kejatian banjir maupun tanah longsor. Sehingga pihaknya meminta semua tim ACT di  kabupaten dan kota di NTB siaga.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB Agung Pramuja mendapat laporan dari daerah, hampir seluruh wilayah terjadi banjir dan sebagian longsor.

‘’Tidak ada yang luput dari banjir. Hampir semua daerah  dilanda banjir. Sebagian dilanda longsor. Artinya, daerah ini memang sudah darurat,’’ kata Agung kepada Suara NTB.

Prediksinya sama dengan pihak ACT, bahwa potensi banjir dan longsor di titik sama atau ruas lainnya akan terjadi. Faktor penyebabnya jelas, kawasan hutan atau kayu penyangga yang habis dibabat. Sehingga tanah tak mampu menahan debit air, memicu longsor. Belum lagi sampah dan sedimentasi jadi penyakit  lama penyebab banjir.

Baca juga:  Dua Mahasiswa Jadi Korban, Warga Diminta Waspadai Bencana Musim Hujan

Kendati sudah dilanda dua jenis bencana itu, status NTB darurat bencana banjir dan longsor tidak sembarang ditetapkan. Menurut Agung, perlu Surat Keputusan (SK) dari bupati dan walikota untuk menetapkan siaga darurat bencana.

Setelah itu diteruskan ke BPBD NTB untuk dilanjutkan ke Gubernur NTB. Nanti, katanya, Gubernur NTB akan menerbitkan penetapa darurat bencana sebagai dasar penanganan tiap daerah. Karena menurut Agung berkaitan dengan sumber daya dan anggaran.

‘’Sumber anggaran penanganan ada di DSP (Dana Siap Pakai). Kalau tidak ada di provinsi, tentu BNPB akan kita usulkan, yang terpenting bagaimana segera tertangani,” tandasnya.

Saat ini pihaknya mendorong penanganan darurat di semua kabupaten dan kota melalui Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim di daerah diminta bergerak cepat ketika ada kejadian, memberi pertolongan dan evakuasi  korban serta harta benda.

Sementara itu BMKG terus mengeluarkan peringatan dini agar waspada cuaca berupa hujan disertai petir. Di wilayah Lombok dikabarkan cuaca cerah berawan hingga hujan pada Minggu dan Senin. Kewaspadaan itu disampaikan kepada masyarakat di Lombok Utara, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Peringatan dini cuaca juga diimbau kepada masyarakat Kabupaten Bima dan Dompu. Dua wilayah itu berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir juga angin kencang.  (ars)