Dana Bantuan Tahap II Belum Cair, Bupati KSB : Sekarang Kita Berutang kepada Pengusaha

Bupati KSB,  H. W. Musyafirin (Suara NTB/bug)

Taliwang (Suara NTB) – Progres percepatan rehabilitasi rumah korban gempa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai melambat. Pemerintah setempat mengklaim hal ini dikarenakan keberadaan dana yang disediakan pemerintah pusat mulai habis, terutama bagi rumah kategori rusak berat.

Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menyatakan, 50 persen dana tahap 2 bagi 346 rumah rusak berat yang diusulkan Pemda KSB tahap I hingga kini belum dicairkan. Sementara realisasi fisik pembangunannya di tingkat lapangan rata-rata sudah di atas 50 persen. “Bahkan sudah ada rumah yang selesai 100 persen dan mulai ditempati warga,” katanya kepada wartawan, Selasa,  4 Desember 2018.

Tingginya realisasi fisik dari anggaran yang sudah dicairkan bahkan ada yang telah ditempati warga itu, dikatakan bupati, selama ini Pemda KSB bekerjasama dengan sejumlah pihak. Terutama dengan pengusaha bahan bangunan sehingga pemenuhan material yang dibutuhkan untuk membangun kembali rumah warga berjalan cepat.

“Nah posisinya sekarang ini kita berutang kepada pengusaha bahan bangunan karena (dana) yang tahap duanya belum cair juga. Tapi untungnya sejak awal kita sudah ada komitmen dengan mereka,” timpalnya.

Meski telah membangun komitmen dengan pengusaha bahan bangunan, Pemda KSB kemudian tidak bisa terus mempertahankan kondisi tersebut. Menurut bupati, solusi satu-satunya dana 50 persen bagi rumah kategori rusak berat itu harus segera disalurkan oleh pemerintah pusat. “Pengusaha hari ini sudah mulai mengeluh karena kita belum membayar yang sudah dihutang. Dan kita juga tidak bisa terus menambah hutang untuk mempercepat penyelesaian rumah warga kan itu duitnya banyak sekali, puluhan miliar,” paparnya.

Bupati berharap, pemerintah pusat dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerti kondisi di daerah saat ini. Harapannya agar 50 persen dana tahap 2 kategori rumah rusak berat usulan tahap I segera disalurkan.

“Demikian juga yang usulan tahap II dan III agar segera dituntaskan juga karena masyarakat sudah mulai membangun,” klaimnya seraya menambahkan, jangan sampai semangat membangun masyarakat mulai menurun.

“Sekarang ini kita bersama masyarakat masih semangat-semangatnya membangun. Jangan sampai karena dananya tidak kunjung cair kita kemudian kehilangan semangat sementara warga ingin cepat menempati rumah mereka lagi seperti sedia kala,” sambung orang nomor satu di KSB ini.

Sementara itu, kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) KSB, Amar Nurmasnyah, MT menjelaskan, realisasi fisik pembangunan rumah kategori rusak berat usulan tahap I saat ini rata-rata sudah mencapai 80 persen. Bahkan rumah usulan tahap II dan III pun mulai melaksanakan pembangunan.

“Nah yang 346 itu posisinya sudah ada yang ditempati. Tapi yang posisinya 80 persen pengerjaannya melambat karena dananya sudah tidak ada,” sebutnya.

Ia menyebutkan, secara umum kegiatan rehabilitasi rumah warga korban gempa tetap berjalan. Hanya saja akselerasi percepatannya yang kemudian menurun, terutama yang rusak berat karena telah kehabisan anggaran. “Benar pak bupati bilang. Kalau sekarang posisi kita berhutang kepada pengusaha bangunan dan itu tidak bisa lama ya karena para pengusaha kan juga butuh modal,” imbuhnya. (bug)