Seleksi CPNS 2018, Pemprov Berupaya Selamatkan Pelamar Penuhi ‘’Passing Grade’’

Kepala BKD NTB, H. Fathurahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurahman, M. Si mengungkapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) memanggil Pemprov dan seluruh Pemda kabupaten/kota kaitan dengan pelaksanaan CPNS 2018. Pemprov terus mengupayakan agar pelamar yang telah memenuhi passing grade agar dapat ikut Seleksi Kompetensi Dasar (SKB).

‘’Yang sudah dipanggil itu, tahap pertama Bima, Dompu, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat. Kemudian tahap II ini Kota Bima, Pemprov NTB, Kota Mataram, Lombok Utara. Seluruh kabupaten/kota dan provinsi dipanggil,’’ kata Fathurahman dikonfirmasi di Mataram, Rabu, 28 November 2018.

Pemanggilan Pemprov dan Pemda kabupaten/kota ini, jelas Fathurahman kaitan dengan proses seleksi CPNS tahap berikutnya, yakni tes SKB. Sehingga yang dipanggil juga termasuk admin.

‘’Dipanggil untuk penjelasan termasuk dengan ini, banyaknya formasi yang lowong formulasinya. Adminnya juga dipanggil langsung bekerja di sana. Terkait dengan teknis persiapan mengikuti SKB. Admin juga dipanggil  untuk validasi data,’’ terangnya.

Fathurahman mengatakan, sebelum pengumuman peserta yang berhak ikut SKB, Pemprov dan Pemda kabupaten/kota berharap ada perubahan kebijakan. Sehingga pelamar yang telah lulus passing grade semuanya dapat ikut SKB.

Pasalnya, banyak pelamar yang memenuhi passing grade namun tak bisa ikut tes SKB lantaran jumlah peserta melebihi tiga kali formasi. Untuk itulah, kata Fathurahman, Pemprov menyurati Menteri PANRB agar ada perubahan kebijakan.

Baca juga:  Masyarakat Diingatkan Jangan Percaya Calo

‘’Surat Pak Gubernur sudah sampai ke Pak Deputi. Kita ingin menyelamatkan peserta yang lulus passing grade,’’ katanya.

Di Pemprov NTB, sebanyak enam orang pelamar yang memenuhi passing grade gagal melaju ke tahap tes SKB. Karena. Jumlah pelamar yang akan ikut tes SKB sudah tiga kali lipat formasi yang tersedia.

Menurutnya, kasus seperti ini bukan hanya terjadi di Pemprov NTB. Tetapi juga di kabupaten/kota. Fathurahman memberikan contoh seperti di Kabupaten Dompu. Jumlah pelamar yang memenuhi passing grade sebanyak 26 orang. Tetapi sebanyak

15 orang gugur, tak bisa ikut tes SKB. ‘’Selain Dompu, Kota Mataram juga begitu,’’ ujarnya.

Khusus untuk Pemprov NTB, hasil validasi dan analisa data sementara yang dilakukan internal   BKD NTB, hanya 813 pelamar yang berhak mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Pemprov NTB 2018. Pelamar CPNS Pemprov yang  lulus passing grade sebanyak 114 orang sesuai Permenpan 37/2018.

Tetapi setelah dilakukan perankingan 3 besar sesuai dengan formasi jabatan dan kualifikasi pendidikan serta lokasi yang dilamar hanya 108 orang yang berhak ke tahap tes  SKB. Ada enam orang yang tidak lolos ke tahap SKB meskipun telah memenuhi passing grade.

Sedangkan perankingan yang dilakukan sesuai Permenpan 61/2018 nilai skor 255 ke atas sebanyak 1.868 orang. Tetapi setelah perankingan 3 besar, jumlahnya sebanyak  705 orang sesuai formasi jabatan dan kualifikasi pendidikan serta lokasi yang dilamar.

Baca juga:  Seleksi CPNS 2019: Badan Kepegawaian Negara Ungkap Trik Rahasia agar Lulus

Sehingga jumlah pelamar yg berhak mengikuti tahap SKB sebanyak 813 orang. Formasi yang terisi setelah validasi data sesuai Permenpan 37/2018 dan Permenpan 61/2018 sebanyak 378 dari 433 formasi untuk Pemprov NTB.

Artinya ada 75 formasi yang  tidak terisi atau lowong karena tidak ada pelamar dan tidak ada yang memenuhi passing grade sesuai ketentuan Permenpan 61/2018. Sebanyak 75 formasi lowong tersebut  terdiri dari tenaga kesehatan 45 formasi.

Terbanyak adalah dokter spesialis ahli pertama 42 orang. Sisanya nutrisionis ahli pertama, teknisi elektromedis terampil dan teknisi tranfusi darah.

Sedangkan  untuk  tenaga guru sebanyak 30 formasi yang lowong. Terbanyak formasi guru mata pelajaran. Tetapi, jika  mencermati Permenpan 61/2018, kekosongan tenaga guru ini nantinya bisa  diisi setelah integrasi nilai SKD dan SKB bagi formasi guru yang bersesuaian di lokasi yang berbeda.

Atau diambil ranking 2 atau 3 terbaik sesuai jumlah formasi kosong yang bersesuaian hasil integrasi nilai SKD dan SKB untuk  didistribusikan ke formasi yang lowong dan di lokasi yang berbeda. Artinya akan ada tambahan formasi yang terisi khusus untuk formasi guru. (nas)