Perwakilan BKKBN NTB Sosialisasi Pengembangan Lini Lapangan di Kampung KB Desa Tetebatu

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr.H. Lalu M. Makrifudin membacakan kupon doorprize

Selong (Suara NTB) – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB melakukan Sosialisasi Pengembangan dan Lini Lapangan di Kampung KB (Keluarga Berencana) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI di Dusun Kembang Seri Desa Tetebatu Kecamatan Sikur, Senin (12/11). Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. H. Lalu M. Makrifudin, Direktur Lini Lapangan BKKBN Pusat, Drs. Wahidin, MKes, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, MHS, pengurus Kampung KB serta ratu san masyarakat setempat. Ketua Panitia, Samsul Anam, mengungkapkan, apabila kampung KB sukses, masyarakat yang akan datang menjadi sejahtera dan Desa Tetebatu berjaya dan berkualitas. Maksud kegiatan ini, katanya, diharapkan dengan kegiatan sosiaslisasi masyarakat menjadi faham tentang program Kampung KB. Diharapkan Pokja yang sudah ada memahami kerjanya, membuat rencana kerja yang baik dan dapat berkoordinasi lintas sektor dengn baik.

Kegiatan Kampung KB sangat strategis untuk mengangkat derajat masyarakat. Di mana program Kampung KB diinisiasi langsung oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo. Sehinga program KKBPK semarak kembali untuk meningaktkan kesejahteraan masyarakat dan cita-cita negara dapat diwujudkan. Samsul Anam mengungkapkan bahwa terdapat tiga nawacita kampung KB. Di antaranya, membangun dari pinggiran dan memperkuat desa-desa. Sehingga apabila desa kuat, maka negara menjadi hebat. Nawacita selanjutnya yakni dapat meningkatkan kualitas manusia dengan menerapkan dan mengimplementasikan delapan fungsi keluarga, yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan fungsi lingkungan. Sehingga untuk nawacita yang ketiga yakni melalui Kampung KB diharapkan membangun karakter masyarakat disiplin dan etos kerja serta memiliki jiwa gotong royong.

Kades Tetebatu, Azidi, menuturkan Desa Tetebatu merupakan desa yang sangat luas di Kecamatan Sikur. Jumlah penduduk sebanyak 13.700 jiwa dengan jumlah DPT sebanyak 5.700 orang. Maka dari itu, ia menilai sangat strategis didalam pembentukan kampung KB.

Kegiatan yang dilaksanakan di Dusun Kembang Seri yang merupakan salah satu dusun paling utara dan pelosok yang terletak di bawah kaki Gunung Rinjani. Ia berharap adanya Kampung KB di Desa Tete Batu menjadi suatu wadah bagi masyarakatnya untuk meningkatkan kualitas hidup dan menunda pernikahan sebelum pada waktunya. Sementara Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu M. Makrifudin, mengaku sangat berbahagia berada di tengah-tengah masyarakat di Desa Tetebatu. Menurutnya, salah satu manfaat KB, yakni membuat wajah semakin cantik dan awet muda. Adanya kampung KB ini juga dapat dijadikan sebagai wadah masyarakat untuk meningkatkan sikap dan prilaku bergotong royong serta menyelesaikan setiap permasalahan dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa hingga kabupaten, provinsi dan pusat.

“Apabila ini dilakukan, maka kampung KB khususnya di Desa Tetebatu akan menjadi lebih baik,” ujarnya. Secara non fisik, diharapkan di kampung KB tidak terjadi stunting, gizi kurang. Apabila terjadi stunting, selain badan pendek juga berdampak terhadap kecerdasan dari generasigenerasi penerus bangsa yang memiliki pulang besar menjadi seorang pemimpin. Sementara, Indonesia pada umumnya kedepan membutuhkan pemimpin-pemimpin yang cerdas untuk membawa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus menjadi lebih baik.

Melalui Kampung KB ini juga diharapkan dapat meminimalisir kasus pernikahan usia anak. Semua kehamilan direncanakan, jarak kehamilan dan lainnya yang tidak hanya dilakukan oleh ibu-ibu, melainkan juga oleh laki-laki. Ia mengimbau apabila istri sedang hamil, maka seorang suami harus lebih banyak berada di rumah. Sehingga membuat istri semakin nyaman dan tenang. “Kita berharap khusus di Desa Tetebatu ini bebas dari stunting, bebas dari pernikahan usia anak dan mengatur jarak kehamilan. Kedepan harus lebih baik dari keadaan yang sekarang,”pesannya.

Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Pusat, Drs. Wahidin, MKes, menegaskan apabila generasi baik, maka kehidupan kedepan berlangsung menjadi lebih baik. Dimanausiapernikahanbagi perempuan yakni 21 tahun dan 25 tahun bagi laki-laki. Apabila usia jauh di bawah itu dipaksakan, maka berdampak terhadap kesehatan, termasuk KDRT hingga berujung pada perceraian. “Kampung KB harus menciptakan generasi yang bagus dan lebih baik,”harapnya. Sementara, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Ermalena, MHS, juga menekankan supaya Kampung KB berjalan dengan baik dan pernikahan usia anak khususnya di Desa Tetebatu dapat diminimalisir bahkan dihindari untuk kehidupan yang lebih baik. Untuk mendukung pengembangan dan kerja nyata dari KampungKBdiDesaTetebatu, Ermalena bersama Kepala Perwakilan BKKBN NTB, memberikan bantuan berupa laptop dan sarana pendukung lainnya. Termasuk bantuan juga diberikan ke Pemdes Tetebatu serta sejumlah doprize kepada masyarakat yang hadir sert alat tulis bagi anak-anak. (yon/*)