Presiden Ajak Wisatawan Berwisata ke NTB

Pendaki menyusuri tebing yang menghubungkan jalur Aik Berik menuju Pelawangan, Rinjani, sebagai alternatif sejak jalur Sembalun dan Senaru ditutup hingga 2020. (Suara NTB/ist_TNGR) 

Mataram (Suara NTB) – Setelah Gunung Rinjani dibuka untuk pendakian lewat Aik Berik, Lombok Tengah, Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) mengajak wisatawan berwisata ke NTB. Presiden mengatakan perlahan tapi pasti, NTB mulai pulih setelah mengalami gempa bumi besar beberapa waktu lalu.

‘’Salah satu tandanya, pendakian ke Gunung Rinjani kini dibuka untuk wisatawan dan pecinta alam,’’ tulis Presiden dalam akun media sosialnya, Sabtu, 24 November 2018.

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan, satu dari empat jalur pendakian ke Gunung Rinjani telah dibuka awal pekan lalu. Jalur itu dari arah Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Tiga lainnya yakni jalur pendakian Timbanuh, dan Sembalun di Lombok Timur, serta Senaru, Lombok Utara.

‘’Tiga jalur ini masih ditutup karena rusak berat akibat gempa bumi,’’ kata Presiden.

Ia mengajak wisatawan  berwisata ke NTB, menikmati keindahan alam, air terjun, dan padang savana, di sepanjang jalan menuju puncak Gunung Rinjani. Presiden menyatakan Lombok sudah aman untuk dikunjungi.

Baca juga:  Transportasi Alternatif Menikmati Rinjani, Pembangunan Kereta Gantung Ditarget Tuntas 2021

‘’Kedatangan wisatawan juga akan membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan taman nasional yang sempat lumpuh akibat gempa bumi Agustus lalu,’’ tandasnya.

Sementara itu, kondisi Gunung Rinjani pascagempa bumi beberapa waktu lalu menjadi atensi Unesco. General Manager Geopark Rinjani, Chairul Mahsul, SH, MM mengatakan pihaknya mendapatkan email dari Unesco Global Geopark (UGG).

UGG menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa bumi yang turut membuat rusaknya jalur pendakian ke Rinjani. Namun, Chairul mengatakan sudah menjelaskan kondisi Geopark Rinjani saat penyerahan sertifikat Rinjani sebagai geopark dunia beberapa waktu lalu di Italia.

‘’Hanya diminta menjelaskan situs-situs geologi. Tetapi yang paling signifikan itu longsoran pantai tebing. Dia longsor tetapi ada singkapan baru yang lebih fresh, lebih segar. Tinggal bagaimana membersihkan tumpukan piroklastik yang ada di bawah,’’ terangnya.

Baca juga:  Pelaku Industri Pariwisata Berharap Jalur Baru Rinjani

Asisten II Setda NTB ini mengatakan, tidak ada yang berubah dari situs-situs Geopark Rinjani selain yang ada di pantai tebing. Peristiwa longsor di jalur-jalur pendakian Rinjani dinilai hal yang biasa, tak ada situs geologi yang berubah signifikan.

‘’Kalaupun retak-retak jalur pendakian itu proses geologi yang normal. Nanti dia akan membentuk dirinya sendiri,’’ ucapnya.

Chairul menambahkan, dirinya telah menjelaskan kondisi terkini Geopark Rinjani pascagempa. Meskipun Rinjani terdampak bencana, tetapi Lombok tetap menjadi tuan rumah simposium Asia Pacific Geopark Network (APGN) 2019 mendatang.

’Ndak ada perubahan. Bahkan salah satu rute field tripnya adalah lokasi-lokasi bencana. Karena itu laboratorium geologi. Ada empat rute jejak-jejak eks bencana akan dikunjungi,’’sebutnya.

Dalam simposium APGN 2019 akan hadir peserta sekitar 1.000 orang dari seluruh penjuru dunia. Hal tersebut sesuai pertemuan dengan UGG dan APGN beberapa waktu lalu. (nas)