Buka Penerbangan Langsung ke NTB, AirAsia akan Disubsidi

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB terus berupaya membangkitkan sektor pariwisata pascagempa dengan mendatangi sejumlah maskapai penerbangan agar membuka penerbangan langsung (direct flight) ke Lombok. Beberapa maskapai penerbangan seperti AirAsia dan Lion Air Group pada Februari 2019 akan membuka penerbangan langsung ke Lombok dari Australia dan Guangzhou Cina.

Dengan dibukanya penerbangan langsung ke Lombok maka akan banyak wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke NTB. Dengan banyaknya wisatawan mencanegara yang berwisata ke NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengingatkan para pengusaha supaya jangan gila-gilaan menaikkan tarif hotel.

‘’Yang mereka minta, pengalaman di Manado. Ketika demand banyak, tahu-tahu harga hotel menjadi sangat tinggi. Mereka minta bantuan, janganlah karena ada turis kemudian gila-gilaan menaikkan tarif,’’ kata gubernur dikonfirmasi di Mataram, akhir pekan kemarin.

Baca juga:  Promosi di Australia, BPPD dan Dispar Bawa Materi Unggulan

Jika harga hotel melambung karena banyak turis yang berkunjung ke NTB, maka situasi tersebut menjadi tidak menarik lagi. Justru orang akan berpikir datang ke NTB lagi, karena harga hotel mahal.

Gubernur mengatakan, penerbangan langsung Lombok – Perth akan dibuka Februari mendatang. Penerbangan ini

akan dilayani maskapai penerbangan AirAsia dengan jumlah kursi 180 orang.

Karena AirAsia merintis pembukaan penerbangan langsung Lombok – Perth, maka pemerintah akan memberikan subsidi sekitar enam bulan. Subsidi yang diberikan pemerintah berupa jaminan keterisian kursi.

‘’Jadi sekitar setengahnya, Pemda akan mensubsidi. Nilainya cukup besar. Tapi kita untung, itu akan ditanggung Kementerian Pariwisata,’’  jelas Dr.Zul.

Baca juga:  Digagas, Penerbangan Langsung Lombok - Brunei Darussalam

Subsidi yang disebut blocksheet tersebut diminta AirAsia sekitar enam bulan. Seiring dengan perkembangan pasar atau tingkat keterisian kursi pada rute Lombok – Perth, maka subsidi tak akan lagi diberikan. Di samping itu, AirAsia akan membantu pemerintah untuk mempromosikan pariwisata NTB.

Sementara untuk penerbangan langsung Lombok – Guangzhou Cina, kata gubernur sudah lama direncanakan Lion Air Group. Bahkan rencana pembukaan penerbangan langsung itu sebelum bencana gempa yang melanda NTB. ‘’Karena turis Cina semakin banyak. Mereka mulai mencari destinasi selain Bali. Sehingga akan ada direct flight dari Lombok – Guangzhou,’’ katanya.

Selain mengembangkan wisata konvensional, kata Dr.Zul, Pemprov tetap mengembangkan wisata halal. Saat ini Pemprov bersama stakeholders terkait sedang memformulasikan rumusan wisata halal. (nas)