Rendah, PAD dari Sektor Perizinan di Mataram

Seorang pengendara melintas di ruas jalan depan lokasi pembangunan hotel di jalan Udayana Kelurahan Monjok Barat, Sabtu, 17 November 2018. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Revisi Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Mataram, berimbas ke sektor pendapatan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perizinan hingga Oktober 2018 baru Rp1,14 miliar lebih. Secara keseluruhan target PAD dari sektor perizinan Rp3,17 miliar.

Dampak yang sangat terasa dari mandeknya RTRW pada pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Target di tahun 2018 Rp2,5 miliar baru mencapai Rp1,1miliar. Sedangkan, HO tak lagi bisa ditarik. Pendapatan dari sektor ini telah dihapus. Demikian pula, izin trayek target Rp6 juta. Target ini juga tak tercapai karena tak ada pembukaan trayek baru. Sehingga, capaian Rp2,4 juta.

Sementara itu, Surat Izin Tempat Usaha Minuman Beralkohol diperketat. Hal ini jelas berimbas ke target PAD. Realisasi sampai Oktober baru Rp13,8 juta dari target Rp20 juta. “Kalau izin minuman beralkohol memang diperketat,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa, pekan kemarin.

Cokorda mengakui, ada penurunan capaian pendapatan dari sektor perizinan. Salah satu penyebabnya permohonan perubahan tata ruang belum rampung. Permohonan izin oleh masyarakat tak bisa diproses. DPMPTSP menunda dulu sambil Perda RTRW selesai. “Ya, ada beberapa yang harus kita tunda,” sebutnya.

Dari sekian banyak permohonan izin di antaranya 15 izin pembangunan perumahan, hotel dan pembangunan toko ditunda. Disampaikan, Kota Mataram sebagai ibukota provinsi paling banyak mengandalkan sumber pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa.

DPMPTSP saat ini kata dia, sedang membenahi data dari sistem OSS. Pola laporan berubah. “Dari segi laporan telah siap,” ucapnya. Tetapi jika revisi RTRW rampung akan menjadi angin segar bagi pengusaha. Pendapatan dari sektor perizinan pun akan melonjak. Calon investor telah diketahui walaupun data permohonan izin belum masuk. (cem)