Wamenlu RI : Kalau Datang ke Lombok Serasa Pulang Kampung

BATU PERTAMA - Wamenlu AM Fachir meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Darussalam Tanjung Lombok Utara, Jumat, 9 November 2018. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dr. H. Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir, memimpin rombongan Diplomatic Tour for Lombok, Jumat, 9 November 2018. Sebanyak 5 duta besar turut hadir, dan terlibat melakukan peletekan batu pertama pembangunan Masjid Darussalam, Dusun Karang Langu, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Kelima dubes yang hadir antara lain, Dubes Azerbaijan, Tamerlan Garayev, Dubes Serbia, Slobodan Marinkovic, Dubes Thailand, Songphol Sukchan, Dubes Vietnam, Pham Vinh Quang dan Dubes Suriname.

Di sela-sela peletakan batu pertama, wamenlu menyanjung eksistensi sosial dan kebudayaan masyarakat Lombok. Daerah yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid ini memiliki kultur budaya dan kepekaan sosial yang kuat. “Saya kalau datang ke Lombok serasa pulang kampung,” katanya.

Lombok sebagai daerah pariwisata tidak lepas dari perhatian AM. Fachir. Menurut dia, pariwisata Lombok harus cepat dipulihkan untuk mendukung percepatan proses recovery pascabencana gempa. Salah satu konsep yang ia usung adalah melalui promosi gambar via medsos twitter.

“Jadi nanti kita akan minta para duta besar dan perwakilan kedutaan asing di Indonesia untuk ngetwit (memajang di twitter). Jadi umpamanya di kita aja kan, media kita sudah cukup. Tetapi untuk menunjukkan bahwa Lombok itu baik, bagus dikunjungi, aman saja, itu yang perlu kita edukasi adalah publik luar negeri melalui kedutaan besar masing-masing,” paparnya.

Recovery pariwisata Lombok Utara, merupakan salah satu tujuan Kementerian Luar Negeri melalui Diplomatic tour for Lombok. “Jadi ya mudah-mudahan, buat kita sebenarnya lebih kepada publikasi bahwa Lombok sudah aman, bisa dikunjungi dan indah dengan foto-foto itu. Bagaimana mereka menikmati keindahan di sini, itu lebih kuat pesannya ketimbang kita dengan pakai berita,” jelasnya.

Sementara, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., mengklaim proses pemulihan pariwisata Lombok Utara sedang berlangsung. Dalam prosesnya, recovery pariwisata berangsur-angsur pulih dengan indikator angka kunjungan wisata seperti sebelum bencana gempa. “Sektor pariwisata kita alhamdulillah sudah normal saat ini ya, bahkan sebulan yang lalu sekitar 2000-anlah wisatawan kita yang ada di 3 Gili itu,” sebutnya.

Namun demikian, sambung dia, bahwa berbicara pariwisata masih membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat. Utamanya untuk mendatangkan wisatawan dan mendorong pencitraan bagi objek wisata di Lombok Utara. “Memang masih memerlukan bantuan ya, dari saudara saudara kita untuk melakukan recovery dan pemulihan,” tandasnya. (ari)