Bongkar Muat di Pelabuhan Lembar Dikeluhkan

Suasana bongkar muatan kapal yang baru merapat di Pelabuhan Lembar dari pelabuhan Padangbai. 

Mataram (Suara NTB) – Lamanya bongkar muat di Pelabuhan Lembar dikeluhkan penumpang di daerah ini. Untuk bisa sandar, satu kapal penyeberangan yang datang dari Pelabuhan Padangbai Bali, harus antre 3-4 jam bahkan lebih untuk bisa menunggu bongkar.

Koordinator Satuan Pelayanan Wilayah Kerja Lembar Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) XII Bali – NTB Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Koda Pahlianus Nelson D membenarkan bahwa beberapa hari lalu bongkar muat di Pelabuhan Lembar terjadi antrean yang cukup panjang.

‘’Memang tiga hari yang lalu sempat kapal yang antre masuknya cukup lumayan lama. Permasalahannya dari Padangbai, ada acara keagamaan,’’ katanya dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 30 Oktober 2018 siang.

Nelson menjelaskan, banyak antrean truk sampai ke jalan di Pelabuhan Lembar. Sementara akan ada kegiatan keagamaan keesokan harinya. Sehingga BPTD Bali dan NTB yang berada di Pelabuhan Padangbai melakukan penambahan trip kapal.

Dalam kondisi normal, sebanyak delapan trip kapal selama 12 jam. Namun, agar tak ada antrean truk di dekat Pelabuhan Padangbai, sehingga dilakukan penambahan menjadi 12 trip. Hal itulah yang kemudian membuat penumpukan kapal di Pelabuhan Lembar.

Nelson mengatakan penyeberangan Lembar – Padangbai belum bisa bebas dari antrean pada waktu-waktu tertentu. Jika terjadi cuaca buruk di Pelabuhan Padangbai, maka kapal tak akan bisa sandar. Dermaga II yang ada di Pelabuhan Padangbai otomatis tak akan dapat difungsikan jika terjadi cuaca buruk.

Penyebab kedua, ketidakseimbangan jumlah dermaga antara di Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai. Nelson menyebutkan, jumlah dermaga di Pelabuhan Lembar sebanyak 3 buah. Sementara di Padangbai sebanyak dua dermaga. Itupun satu dermaga kadang tak dapat difungsikan ketika ada cuaca buruk.

‘’Keterlambatan sewaktu-waktu bisa terjadi. Di sana sering terjadi ombak pantai. Tapi kami terus berupaya meminimaisir supaya tak banyak antrean,’’ ujarnya.

Ketika ditanya adanya dugaan kapal tertentu didahulukan bongkar muat dari kapal-kapal lainnya, Nelson membantahnya. Ia menegaskan tidak ada kapal yang didahulukan melakukan bongkar muat.

‘’Karena semua melihat. Di Lembar ada 10 pelayaran. Kalau kita dahului yang satu, sembilan protes ini. Makanya kita sesuai jadwal yang ada. Kalau jadwalnya kapal A, iya A. Kalau B, iya B,” katanya.

Nelson menambahkan, penyeberangan Lembar – Padangbai sewaktu-waktu bisa terjadi keterlambatan bongkar muat. Hal tersebut menurutnya tak bisa dihindari. ‘’Kalau terjadi ombak pantai pasti di sini kena imbasnya,’’ jelasnya. (nas)