Sistem Jaringan Penerimaan CPNS di Kota Mataram Bermasalah

Seorang operator penerimaan CPNS Kota Mataram mengecek jumlah pelamar yang masuk. Sepekan setelah pendaftaran dibuka pada Rabu, 3 Oktober 2018, pelamar yang masuk baru mencapai 384 orang. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sistem jaringan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Mataram, bermasalah. Hal ini memicu minimnya pelamar untuk dapat mengakses situs yang disediakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) tersebut.

Sampai Rabu, 3 Oktober 2018, lamaran yang masuk diaplikasi baru mencapai 384 orang dan 14 tidak memenuhi syarat. Jumlah itu jauh dari prediksi sebelumnya.

Permasalahan sistem jaringan itu diakui Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati. Kondisi ini akan disampaikan ke kantor regional BKN di Bali. Termasuk mengkonsultasikan dokumen telah diunduh pelamar tetapi tidak muncul pada aplikasi. “Ini yang mau kita tanyakan ke Kanreg,” kata Nelly.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

Sebagai contoh, pelamar mengunduh identitas diri mereka. Namun yang muncul hanya foto saja.

Pihaknya tidak berani mengeluarkan pernyataan tidak memenuhi syarat. Tapi menunda berkas dan meminta pelamar mengirim ulang lewat pesan elektronik atau langsung datang mengantar bukti dokumen mereka.

“Bagi pelamar yang berasal dari Kota Mataram bisa langsung datang antar ke kantor,” pintanya. Gangguan sistem jaringan penerimaan CPNS, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan menambah waktu pendaftaran sampai 15 Oktober.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

Nely menyebutkan, sampai siang kemarin, berkas pelamar diterima 384 orang. 14 di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). “Sampai saat ini baru 14 orang TMS,” sebutnya.

Minimnya pelamar sampai sepekan setelah pembukaan pendaftaran tidak saja dipicu oleh jaringan bermasalah. Tetapi pelamar berhati – hati mengunduh dokumennya. Satu kali keliru atau dokumen kurang sudah tidak bisa diperbaiki. Pelamar hanya diberikan kesempatan sekali mengajukan lamaran.  “Kalau sudah salah sekali tidak bisa ngulang. Makanya harus hati – hati,” sarannya. (cem)