Ini Komitmen Pasangan Sukma Usai Dilantik

M. Sukiman Azmy dan Rumaksi

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Hari ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Lombok Timur (Lotim). Bupati terpilih H. M. Sukiman Azmy dan Wakil Bupati H. Rumaksi Sjamsuddin resmi dilantik. Menjadi kepala daerah di Gumi Patuh Karya. Daerah yang disebut-sebut sebagai barometer NTB. Di mana dengan luas wilayah 1.605,55 kilometer persegi dihuni 1,3 juta jiwa penduduk.

Lima tahun ke depan, pasangan H. M. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi yang mengakronimkan namanya dalam sebuah sebutan SUKMA sudah merancang visi misinya untuk mengubah Lotim ke arah yang lebih baik. SUKMA, dua tubuh satu jiwa memimpin Lotim dengan cita-cita besar membangun Lotim yang adil, sejahtera dan aman.

  1. M. Sukiman Azmy diketahui pernah menjadi Bupati periode 2008-2013. Sudah pengalaman memimpin daerah yang terbanyak penduduknya se NTB. Program-program strategis sudah siap diimplementasikan.

Mengawali kinerjanya sebagai bupati, SUKMA ini dihadapkan dengan musibah gempa bumi. Namun, dipastikan segala program yang dicanangkan tidak akan sampai terganggu. Sukiman Azmy, saat ditemui di kediamannya, Selasa, 26 September 2018, menguraikan setelah ini saatnya untuk mengimplementasikan semua program dan janji yang telah disampaikannya.

Program pertama yang akan diimplementasikan tersebut adalah, mulai tanggal 1 Oktober, seluruh puskesmas tidak diberikan hak lagi memungut retribusi. Pelayanan medis di rumah sakit, pustu, puskesmas tdiak dibolehkan lagi memungut bayaran ibu melahirkan.

Mulai 1 Oktober ini pula, semua retribusi di pasar turun 50 persen. Sewa rumah dan toko (ruko), kios milik Pemerintah Daerah Kabupaten Lotim yang ada di Kabupaten Lotim turun 30 persen. Selama tiga bulan di tahun 2018 ini, sambung Sukiman, Oktober, November dan Desember program utama tersebut harus terlaksana. Termasuk seluruh urusan kependudukan, seperti pembuatan KK, KTP, Akta kelahiran dikembalikan ke kecamatan. “Dalam waktu singkat ini, mudahan bisa diselesaikan,” asanya.

Setelah nanti, memasuki tahun 2019 pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lotim yang memenangkan suara hati rakyat Lotim ini akan memulai membangun infrastruktur. Inftrastruktur jalan, air, rumah tidak layak huni dan segala fasilitas umum yang menjadi kebutuhan mendasar dari masyarakat siap akan dibangun.

Selanjutnya, lebih jauh soal penanganan pasca gempa bumi H. M. Sukiman Azmy menyatakan ada lima komponen yang terkait di Lotim dalam penanganan bencana. Pertama satuan tugas yang dibentuk oleh gubernur, pimpinannya adalah Mayor Jenderal dan khusus di Lotim dipimpin oleh Kolonel.

Kedua, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kemudian pemerintah daerah sendiri. Ke empat, relawan-relawan dari NGO yang bergerak membantu masyarakat dan terakhir tokoh masyarakat dan masyarakat Lotim sendiri.

Kelima komponen ini dinilai masih berjalan sendiri-sendiri. Bergerak terpisah dan tidak terpadu. BNPB memiliki posko sendiri. Begitupun relawan punya posko sendiri. TNI dan Polri juga punya posko sendiri. Tugas ke depan, pascadilantik Bupati Lotim ini akan memadukan semua komponen tersebut agar penanganan gempa lebih terpadu dan akseleratif.

“Bagaimana kita bisa membuat sinkronisasi program antara TNI, Relawan, BNPB, Pemda dan masyakatnya,” ucapnya. Sesegera mungkin, Bupati Lotim ini akan membuat posko bersama untuk mencakup semua komponen yang terkait tersebut. Bicarakan semua apa yang harus dilakukan dalam penanganan bencana.

Menurutnya, tugas utama yang dilakukan di masa pemulihan ini adalah mengembalikan masyarakat pengungsi ke rumahnya masing-masing. Yang rumahnya tidak rusak kembali ke rumahnya. Sedangkan yang rumahnya rusak dibangunkan tempat hunian sementara yang bisa ditempati jauh lebih layak dibanding dengan tinggal di bawah tenda. “Dari puing-puing rumahnya bisa kita bangunkan hunian sementara, sepetri berugakkah atau semacamnya sesuai dengan kemampuan,” ucapnya.

Tidak bisa dibayangkan kata Bupati ketika hujan datang masyarakat masih tinggal di bawah tenda. Atasnya memang tidak bocor, tapi airnya terendam air karena tenda dibangun di sawah tidak ada sanitasi yang baik.

Gempa yang mengguncang NTB pada umumnya ini dan cukup parah melanda Lotim diakui berpengaruh besar pada kehidupan masyarakat. Angka kemiskinan, pastinya akan melonjak naik. Dimana, rumah-rumah warga banyak yang hancur. Persoalan kemiskinan ini pun siap aman menjadi atensi serius Bupati nanti saat memimpin Lotim lima tahun ke depan.

Sementara Wakil Bupati H. Rumaksi Sjamsuddin menjadi orang pertama yang dari Lombok Timur bagian timur yang terdaulat oleh 42 persen rakyat Lotim menjadi penentu kebijakan pembangunan Lotim. Pengakuan politisi Partai Hanura, selama ini belum pernah ada orang dari bagian timur yang ikut sebagai pengambil kebijakan.

  1. Rumaksi, mendampingi H. M. Sukiman Azmy siap memimpin Lotim lima tahun ke depan. Bersama Bupati, katanya ia tetap akan bersama-sama. Saling bahu membangu membangun Lotim. Juga bahu membahu bersama masyarakat Lotim. Pasangan SUKMA ini disebut H. Rumaksi bersatu karena Allah. Tidak ada satupun yang memprakarsainya selama ini. Harapannya, pasangan pemimpin Lotim ini betul-betul atas ridho Allah.

Lotim adalah daerah yang besar. Cita-cita besar ke depan, ingn membangun Lotim lebih baik dari sebelumnya. Harapan masyarakat begitu besar pada SUKMA. “ Apabila kita bersatu dan bahu membahu, bersama dengan seluruh tokoh agama, toma, apa yang tidak bisa kita perbuat,” ungkapnya saat diwawancara Suara NTB.

Tidak ditampik, niat baik tentunya pasti ada gangguannya. Setelah memenangkan pilkada, maka pasangan sukma akan berhadapan dengan kebijakan yang betul-betul adil. Konsep kepemimpinan yang ingin diimplementasikan adalah tidak mau di adu domba. Namun tetap akan bersama sampai benar-benar terwujud cita-cita besar sebagaimana tertuang dalam visi dan misinya.

Selanjutnya dikatakan, masalah kemiskinan di Lotim memang menjadi persoalan pelik dan masih menjadi pekerjaan besar pemimpin Lotim. Pengentasan kemiskinan ini tidak bisa sendiri dilakukan Pemkab Lotim. Perlu sinkronisasi program. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Tidak bisa membagun dengan ego sektoral. Percepatan pembangunan baru bisa dilakukan ketika bersama-sama mengepungnya.

Bicara pendapatan, diakui sebagian besar dana yang diterima Lotim saat ini adalah bersumber dari transfer pusat. APBD Kabupaten Lotim mengandalkan fiscal pusat. Terlepas dari itu, di daerah pun harus tetap berupaya untuk mencari sumber-sumber anggaran lain. Termasuk optimasisasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). (rus)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.