Penyaluran Rastra dan PKH Dipercepat, Logistik untuk Korban Gempa Habis

Mataram (Suara NTB) – Ketersediaan logistik di gudang  untuk korban terdampak gempa di NTB sudah habis. Namun, masih ada Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 100 ton di gudang Bulog.

‘’Sudah habis (logistik di gudang). Kita cuma masih punya 100 ton beras  yang ada di Bulog saja,’’ kata Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH ketika dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 31 Agustus 2018 siang.

Untuk mengintervensi masyarakat terdampak bencana gempa, pemerintah berencana akan mempercepat penyaluran rastra dan Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk penerima PKH, akan dilakukan verifikasi ulang bagi masyarakat yang menjadi korban gempa.

Mengenai ketersediaan logistik bagi pengungsi yang mencapai 300 ribu orang, Khalik mengaku Pemprov sedang membuat rencana kebutuhan. Dinas Ketahanan Pangan sudah membuat perencanaan atau perhitungan jumlah kebutuhan masyarakat setiap hari.  Kemudian juga membuat rencana kebutuhan selama dua bulan ke depan.

Baca juga:  Diduga Gelapkan Dana Gempa, Bendahara Pokmas Ditangkap

‘’Untuk mengantisipasi itu kemudian kita akan ajukan ke Pak Gubernur melalui BPKAD. Kan ada dana-dana masyarakat yang masuk. Itu barangkali bisa direncanakan untuk memenuhi kebutuhan logistik yang dibutuhkan masyarakat,’’ ujarnya.

Di samping itu, Pemprov juga akan menghitung bantuan logistik berupa makanan dari relawan dan masyarakat secara

langsung. Untuk cadangan beras pemerintah sebanyak 100 ton yang berada di gudang Bulog juga akan dibuat rencana kebutuhannya sedemikian rupa.

‘’Kemudian juga yang akan kita lakukan untuk pemenuhan logistik ini. Apa yang ada di gudang-gudang Dinas Sosial di daerah lain, kita akan ajukan ke Kementerian Sosial untuk bisa didroping ke NTB,’’ ucapnya.

Mantan Penjabat Bupati Lombok Timur ini menambahkan, penyaluran rastra dan PKH juga akan dipercepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Baca juga:  Kasus Pokmas Lingsar Ganggu Pembangunan RTG

Kekurangan logistik yang ada, kata Khalik akan dilaporkan ke Kementerian Sosial. Kementerian Sosial, lanjut Khalik akan memperhatikan kekurangan logistik yang ada.

‘’Semuanya  insya Allah, kebutuhan logistik akan menjadi perhatian utama. Pemerintah akan mencari pola-pola yang tepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,’’ tandasnya.

PKH juga akan dipercepat. Kita Agustus kemarin tuntas PKH. Setelah ini dilakukan penjadwalan untuk mempercepat distribusinya di masyarakat.

Mengenai PKH, Menteri Sosial saat berkunjung ke NTB memberikan perhatian khusus kepada masyarakat terdampak bencana gempa. Sehingga akan dilakukan validasi dan verifikasi ulang penerima PKH untuk masyarakat terdampak bencana.

‘’Bahkan untuk jumlah masyarakat miskin secara keseluruhan. Kita kebetulan ketemu dengan Pusdatin Kementerian Sosial. Sudah ada pembicaraan itu,’’ pungkasnya. (nas)