Kerap Gempa Susulan, Rawat Inap RSUD Selong Masih di Bawah Tenda

Selong (Suara NTB) – Rawat inap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Soedjono Selong masih dilakukan di bawah tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman RSUD. Aktivitas perawatan di dalam ruangan belum bisa dilakukan, mengingat masih kerap terjadinya gempa-gempa susulan yang dikhawatirkan para pasien.

Direktur RSUD Dr. Soedjono Selong, Dr. Karsito, Sp.PD kepada Suara NTB menguraikan, pihaknya masih menunggu evaluasi dan kelayakan rumah sakit dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). PUPR melakukan pemeriksaan kondisi fisik gedung RSUD yang sudah lama menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut.

Manajemen RSUD belum berani memasukkan pasien ke dalam ruangan, karena ada sejumlah ruangan yang mengalami kerusakan. Dijelaskan, kerusakan yang terjadi akibat gempa ini katanya tidak terlalu parah.  “Kerusakan tdiak terlalu berat, sedikit dan bukan pada struktur bangunan,” terangnya.

Struktur bangunan dari RSUD ini masih cukup kokoh dan masih  bisa ditempati. Hanya saja karena pasien juga khawatir,  sehingga untuk sementara waktu digunakan tenda-tenda darurat.

Sebelumnya, pada saat gempa beberapa kali terjadi kegiatan operasi pun sempat hanya dirujuk ke luar daerah. Terhitung sejak Senin lalu, pelayanan tindakan medis operasi sudah bisa dilakukan langsung di RSUD Selong. “Mulai Senin lalu, sudah tidak lagi kita merujuk,” demikian ungkapnya. Jumlah pasien yang RSUD Selong  saat ini yang masih terpaksa di luar tenda ada sekitar 200 orang.

Diketahui, sejak kejadian pertama gempa, RSUD Selong menerima rujukan penanganan dari puskesmas. Ratusan pasien sudah ditangani dan dilakukan operasi patah tulang pasien akibat tertimpa material bangunan yang runtuh akibat gempa. (rus)