Bangunan Rumah Rusak Bertambah, Lobar Minta Tambahan Waktu Verifikasi

Giri Menang (Suara NTB)  Mengacu data sementara yang dihimpun tim Pemkab Lobar di posko utama yang dipusatkan di kantor camat Lingsar, terdapat penambahan rumah rusak akibat dari bencana gempa bumi susulan beberapa hari lalu. Terdapat tambahan sekitar 3 ribu rumah rusak. Data sebelumnya jumlah rumah yang tidak mencapai 54 ribu lebih. Bertambahnya jumlah rumah ini menyebabkan Pemda perlu melakukan pendataan dan verifikasi kembali terhadap rumah rusak tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum  dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar Made Artadana, mengaku, di samping bertambahnya jumlah rumah yang rusak, Pemkab Lobar juga mengalami kendala minimnya alat berat. Akibat kekurangan alat berat ini, proses pemulihan untuk dilanjutkan ke tahap rekonstruksi menjadi lamban.

“Terdapat tambahan sekitar 3 ribu menjadi sekitar 57 ribu lebih, karena itulah kami minta ada tambahan waktu untuk verifikasi,” katanya, Rabu, 29 Agustus 2018.

Apakah verifikasi dilakukan bersamaan ataukah belakangan, menurut Made proses verifikasi akan terus berjalan. Sebenarnya target verifikasi 54 ribu sampai tanggal 15 September. Kemudian dari tanggal 15 September sampai tanggal 25 September dilakukan validasi. “Mudah-mudahan tanggal 25 September itu bisa ter-SK-kan dan tervalidasi yang 54 ribu itu,”jelasnya, seraya menambahkan, pihaknya optimis mencapai target penyelesaian verifikasi dan validasi 54 ribu tersebut sesuai waktu yang ditetapkan.

Ia menambahkan saat ini pihaknya terkendala untuk membersihkan puing-puing bangunan akibat minimnya alat berat. Sejauh ini pihaknya hanya memiliki 3 alat berat dan 2 dump truck. Semua alat ini sudah dikerjakan ke sejumlah lokasi yang terdampak bencana untuk membersihkan sisa bangunan. Paling tidak, jelasnya, jika pihaknya mendapat support alat berat 10-15 unit, maka proses pembersihan akan menjadi cepat. Sebab hal ini menjadi kendala ketika tahapan bencana sudah memasuki pemulihan lalu dilanjutkan tahap rekonstruksi.

Rekonstruksi kata Made akan lambat manakala proses pemberian sisa bangunan ini juga lamban dilakukan. “Kami harapkan bantuan 15 unit alat berat, kami sudah koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya. Untuk pembersihan sisa bangunan ini tambah, pihak Pemda dibantu oleh TNI. (her)