TNI-Polri Bantu Sortir Kiriman Menumpuk di Kantor Pos Mataram

Mataram (Suara NTB) – Bantuan untuk korban gempa Lombok melalui Pos Indonesia cabang Mataram semakin membludak. Petugas TNI Polri saling membahu membongkar dan menyortir bantuan agar tak semakin menumpuk. Tak hanya itu, bahkan TNI Polri siap turut membantu menyalurkan ke titik sasaran pengungsian.

Gelar bongkar muat barang bantuan di Kantor Pos Mataram berlangsung sejak pukul 09.00 Wita Rabu, 29 Agustus 2018. Personel Polres Mataram, Korem 162/WB bersama Kodim 1606/Lobar saling bekerja sama bersama relawan.

“Kami terus berkoordinasi secara masif dalam rangka membantu memperlancar arus pendistribusian barang apabila diperlukan,” kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad melalui Kabagops Polres Mataram, Kompol Taufik.

Penyortiran barang di Kantor Pos akan terus dilakukan TNI Polri. Sebab sejak Kantor Pos membuka layanan pengiriman gratis posko bencana gempa Lombok tercatat sebanyak 30.000 ton bantuan masuk.

Baca juga:  Data Anomali Gempa Jadi Temuan BPKP

“Kami juga mengawasi agar layanan ini tidak dimanfaatkan oknum untuk pengiriman barang terlarang terutama narkoba,” tegas Taufik.

Manajer Dukungan Umum Kantor Pos Mataram, Ade Heriyanto mengatakan penumpukan bantuan dengan alamat posko bencana Lombok karena rasa solidaritas dan perhatian masyarakat Indonesia yang besar. “Kiriman yang dialamatkan untuk posko bencana Lombok kami teruskan ke BPBD,” terangnya.

Satu hal yang menjadi catatan, kata Ade, kiriman tersebut juga dimanfaatkan oknum masyarakat untuk pengiriman keperluan pribadi. Bukan untuk kebutuhan pengungsi.

“Ini merupakan salah satu kendala barang itu numpuk di kantor pos,  karena itu perlu di sortir kembali,” bebernya.

Baca juga:  Korban Gempa Jatuh Miskin Harus Dibantu Bersama

Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, gabungan TNI Polri sudah dua hari belakangan ini ikut membantu penyortiran barang kiriman Kantor Pos Mataram.

“TNI siap mendukung tenaga untuk pendistribusian sampai ke dusun-dusun,” kata Rizal.

Wakil Kepala Kantor Pos Mataram, Sugiono menambahkan, pihaknya mengambil solusi berupa barang bantuan untuk alamat pribadi maka penerimanya akan dipanggil untuk mengambil barang ke kantor. Sementara untuk alamat posko disalurkan melalui BPBD.

“Saat ini masih ada sekitar 24 ton bantuan bencana gempa Lombok. Kalau ada kesulitan kami berkoordinasi dengan TNI dan Polri,” ujarnya. (why)