Walikota : Mataram Butuh Enam Bulan untuk Rehabilitasi

Mataram (Suara NTB) – Masa tanggap darurat di Kota Mataram telah berakhir. Kini masuk masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk pemulihan dibutuhkan waktu selama enam bulan.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menjelaskan, saat ini memasuki masa transisi pemulihan setelah berakhirnya masa tanggap darurat pada Sabtu, 25 Agustus 218. “Kita butuh waktu enam bulan,” kata Walikota usai pendampingi Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan di RSUD Kota Mataram, Senin, 27 Agustus 2018.

Baca juga:  40.000 Kunci Diserahkan, Rehab Rekon Pascagempa NTB Diapresiasi Kemenko PMK

Setelah berakhirnya masa tanggap darurat, pertama Walikota akan memastikan pelayanan pemerintahan berjalan lancar, meskipun menggunakan tenda dan menyewa lokasi. Kedua, rumah dengan kategori rusak berat dan membahayakan dilakukan perobohan.

“Rumah yang di Kamasan sudah dirobohkan,” sebutnya.

Perencanaan lain khususnya masyarakat yang rumahnya tidak bisa ditempati akan dibuatkan hunian sementara (Huntara). Huntara tersebut, kata Ahyar, dibangun di empat lokasi. Lingkungan Pengempel Indah, Kamasan, Gontoran dan Tegal. “Sekarang ini sedang dikerjakan,” imbuhnya.

Baca juga:  TNI dan BPBD Pidanakan Aplikator Bermasalah

Terhadap penanggaran di masa transisi disebutkan Sekda, Ir. H. Effendi Eko Saswito disiapkan Rp4 miliar. Anggaran ini diperuntukkan Rp2 miliar perbaikan rumah sakit dan masing – masing Rp1 miliar untuk penanganan bencana dan pembelian logistik. (cem)