Sekretariat DPRD NTB Ngantor di Halaman Parkir

Mataram (Suara NTB) – Gedung Sekretariat DPRD NTB mengalami kerusakan ringan di beberapa bagian dan juga mengalami keretakan pada sejumlah dindingnya, yang diakibatkan guncangan gempa bumi yang beruntun terjadi di Pulau Lombok.

Kondisi tersebut kemudian memaksa aktivitas pegawai dipindahkan sementara ke halaman parkir. Karena anggota dewan mengharap meskipun di tengah kondisi bencana alam, tetap berupaya maksimal untuk bekerja.

Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad yang dikonfirmasi menjelaskan aktivitas Sekretariat Dewan sementara dipindahkan halaman parkir. Hal itu dilakukan mengingat kondisi gedung kantor yang belum layak untuk ditempati pascagempa.

“Pegawai juga masih takut untuk naik ke atas, sehingga kita terpaksa untuk membuat kantor darurat, kita pakai halaman parkiran yang terbuka. Sehingga kalau ada gempa susulan, lebih mudah untuk menghindari dari dalam gedung,” jelasnya.

“Pimpinan dewan juga minta tetap melakukan agenda meskipun ditengah kondisi bencana. Sehingga kami harus tetap melayani anggota yang melakukan kegiatan-kegiatan,” sambungnya.

Digedung sekretariat dewan tersebut, juga terdapat beberapa ruang rapat seperti rapat badan anggaran (banggar), ruang rapat Baperda dan ruang pertemuan lainnya. Tak bisa digunakan. Sehingga aktivitas kegiatan-kegiatan rapat anggota dipindahkan sementara ke rumah dinas Ketua DPRD NTB.

“Kalau anggota dipindahkan sementara di rumah dinas ibu Ketua, semua rapat-rapat dilaksanakan di sana. Karena kondisi gedung di sini belum berani kita pakai,” katanya.

Demikian juga dengan ruang-ruang komisi serta ruang rapat paripurna juga ikut mengalami kerusakan. Sehingga agenda-agenda rapat paripurna juga belum bisa dilaksanakan.

Kondisi gedung tersebut telah diperiksa oleh tim dari dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan merekomendasikan agar tidak digunakan sementara.

“Harus diperbaiki dulu, terutama yang tempatnya retak-retak itu. Itu yang cukup berbahaya, dan teman-teman pegawai yang lain belum berani masuk,” pungkasnya. (ndi)