Pascagempa, Belum Ada Kapal Pesiar Batalkan Kunjungan ke Lombok

Giri Menang (Suara NTB) – Gempa yang melanda wilayah Lombok akhir-akhir ini belum berdampak signifikan terhadap jadwal kunjungan kapal pesiar dari luar negeri yang datang ke Lombok. Bahkan ketika gempa melanda, kapal pesiar tetap masuk ke wilayah Lombok meskipun para turis yang menumpangi kapal tersebut tidak turun berwisata. Mengacu jadwal kedatangan kapal pesiar, masih ada 9 kapal pesiar yang bakal singgah di Lombok.

Hal ini disampaikan Plh General Meneger PT Pelindo III (Persero) Lembar Herwin kepada wartawan kemarin. Pada kejadian gempa pertama kali dua pekan lalu di Lotim, sebuah kapal pesiar dari Australia singgah di pelabuhan Lembar. Kapal yang membawa para turis sebanyak 1300 orang ditambah crew menjadi total 1.800 orang. Namun demi pertimbangan keselamatan, para penumpang tidak turun. “Sejauh ini belum ada kapal pesiar yang membatalkan (cancel) keberangkatan ke Lombok. Kan ada yang masuk bulan Desember juga, kalau kondisi membaik kan mereka tetap akan masuk,” kata Herwin.

Lebih jauh dikatakan, sampai dengan bulan Agustus ini sudah ada 8 kapal pesiar yang singgah di Lembar. Jadwal kedatangan kapal pesiar tahun ini sebanyak 17 kali, masih menunggu untuk datang sebanyak 9 kapal pesiar. Ia mengaku optimis jika kondisi membaik maka semua kapal pesiar ini akan singgah di Lombok. Tahun 2019, kapal pesiar yang terjadwal datang ke Lombok sementara sebanyak 14 kapal. Dalam sebulan kata Herwin, kapal pesiar yang datang tergantung jadwal ada sekali dan dua kali namun rata-rata sebanyak 2 kali.

Ia menambahkan, terkait proses pembangunan Terminal Kapal Pesiar Gili Mas sudah mencapai 28 persen. Pelindo III mentargetkan pembangunan dermaga kapal pesiar rampung pada Februari 2019, dan secara keseluruhan beroperasi pada Oktober 2019.

“Harus bisa rampung, kalau bisa sebelum itu. Proses reklamasi sudah, tiang pancang dermaga sudah jalan. Harapan kami, akhir Agustus capaiannya 30-40 persen,” katanya.

Terminal Gili Mas, kata dia, dibangun di lahan seluas 100 hektare dengan dana Rp1,2 triliun yang bersumber dari perusahaan. Lokasi pembangunan berada di sebelah barat Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Pembangunan infrastruktur tol laut di kawasan timur Indonesia tersebut sebagai bentuk komitmen Pelindo dalam mengembangkan fasilitas kepelabuhanan di NTB, khususnya Pelabuhan Lembar, yaitu pembangunan terminal kapal pesiar dan peti kemas. (her)