Gempa 6,2 Skala Richter, Dua Warga Mataram Meninggal

0
102

Mataram (Suara NTB) – Data posko utama penanggulangan bencana gempa Lombok di Kantor Walikota Mataram, Kamis, 9 Agustus 2018, dua warga dilaporkan meninggal dunia dan puluhan bangunan rusak akibat gempa berkekuatan 6,2 skala richter.

Dua korban meninggal tersebut yakni Ekawati karyawan Toko Citra Mulia Cakranegara dan Aisyah warga Lingkungan Pengempel. Kedua korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

“Sampai sore ini baru dua korban dilaporkan meninggal dunia,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Dedi Supriadi ditemui di posko penanggulangan bencana Gempa Lombok.

Untuk bangunan yang rusak, Dedi belum memastikan. Karena masih menunggu laporan. Tetapi, ia menyebut gempa 6,2 skala richter paling parah. Sejumlah fasilitas seperti instansi pemerintahan, sekolah, rumah dan toko rusak parah.

“Ini yang paling parah. Rata – rata bangunan rusak bagian atap dan tembok,” kata dia. Seorang mahasiwa STMIK, Syahrul Ramadhan memilih  loncat dari lantai dua kampusnya. Ia mengaku panik ketika gempa 6,2 SR. “Saya panik kemudian loncat,” tuturnya.

Syahrul patah di bagian kaki. Ia dirawat di RSUD Kota Mataram. Kepanikan sama juga dirasakan Anissa. Dia yang sedang mengendarai mobil terkejut saat tiba – tiba kendaraannya bergeser.

“Saya kaget tiba – tiba mobil bergeser ke tepi jalan,” ujarnya. Anissa yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit asma langsung kambuh. Rekan – rekannya langsung membawanya ke rumah sakit.

Sementara itu, RSUD Kota Mataram telah menerima 17 pasien. Rata – rata korban mengalami luka bagian kepala, kaki dan lutut. “Rata pasien orthopedi,” kata Direktur RSUD, dr. H.L. Herman Mahaputra.

Dituturkan, pasien terlihat trauma. Pasien yang dirawat di dalam ruang dievakuasi oleh tim medis. Pelayanan pun difokuskan di halaman parkir.

Pihaknya mengharapkan rumah sakit lapangan dari TNI dan Polri. Jika kondisi keadaan memburuk akan terdampak terhadap pasien. Terutama pasien kamar operasi. (cem)